By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Orang Jerman Mengagumi Pendidikan Pesantren
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Orang Jerman Mengagumi Pendidikan Pesantren

Last updated: 17 Januari 2023 17:06 17:06
Jatengdaily.com
Published: 17 Januari 2023 17:06
Share
KH Ahmad Nadhif Mudjib (kanan) dan Wakil Rektor III Unissula Muhammad Qomaruddin. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Para peneliti dari Jerman sangat terkesan dengan pendidikan Pesantren di Indonesia. Hal itu diungkap oleh KH Ahmad Nadhif Mudjib saat memberikan khutbah taaruf di Pesantren Mahasiswa Unissula Selasa (17/1/2023).

“Para peneliti pendidikan dari Jerman sangat terkesan dengan pola pendidikan pesantren di Indonesia. Jika orang Jerman saja suka dengan pesantren maka menjadi sebuah keanehan jika masyarakat Indonesia tidak suka dengan pesantren,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memuji langkah Unissula yang mengkonsep kuliah sambil mondok menimba ilmu di pesantren.

“Meskipun karena keterbatasan tempat sehingga mahasiswa saat ini hanya bisa menikmati pendidikan di pesantren mahasiswa Unissula selama dua bulan namun hal itu merupakan langkah maju di dunia pendidikan tinggi. Kita apresiasi dan semoga kedepan mahasiswa Unissula bisa mendapat alokasi waktu lebih lama bisa mengenyam pendidikan di pesantren mahasiswa Unissula,” tambahnya.

Pengasuh Pesantren Al Husna Kajen Pati tersebut menyebut Indonesia dengan 17.000 pulau, 700 bahasa dan berbagai suku bangsa sangat berpotensi untuk berkonflik dan terpecah belah. Namun hingga hari ini Indonesai tetap kokoh berdiri karena kebinekaan tersebut justru menjadi sebuah kekuatan untuk besar bersama, maju bersama dalam bingkai NKRI.

“Menjadi tugas kita bersama menjaga kedamaian dan persatuan serta terus memperlihatkan citra Islam Indonesia sebagai Islam yang ramah. Dan Pesantren memainkan peran penting untuk mengkader pemimpin pemimpin bangsa masa depan yang rahmatan lilalamin,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Unissula Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD dalam sambutannya menyebut Unissula konsisten untuk mengembangkan pesantren mahasiswa sebagai bagian penting dalam mendidik para mahasiswa menjadi generasi khaira ummah (generasi terbaik).

“Mulai tahun akademik 2022-2023 kami mempesantrenkan semua mahasiswa baru. Sementara ini setiap mahasiswa baru hanya dua bulan belajar di pesantren. Harapan kami kedepannya bisa lebih lama setidaknya satu tahun. Alhamdulillah respon masyarakat khususnya orang tua mahasiswa sangat positif dengan adanya pesantren di Unissula,” pungkasnya. she

You Might Also Like

240 Santri Amati Konjungsi Jupiter-Saturnus di Life Skill Daarun Najaah
Penerima Renovasi RTLH Perlu Ditambah
Semargres 2023 Bukukan Transaksi Rp 254 Miliar
Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, dari Ketua IKA FIB Undip Pimpin Kota Semarang
Pertahankan Kepemimpinan Pasar dan Kinerja Solid, SIG Bagikan Dividen Rp1,65 Triliun
TAGGED:KH Ahmad Nadhif MudjibOrang Jerman kagumi pesantrenpesantrenUnissula
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?