By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pembangunan Rusunawa, Solusi Hunian Layak di Kawasan Kumuh
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pembangunan Rusunawa, Solusi Hunian Layak di Kawasan Kumuh

Last updated: 17 April 2023 08:56 08:56
Jatengdaily.com
Published: 12 April 2023 08:48
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pengembangan permukiman kawasan perkotaan di Jateng sudah harus mengarah pada pembangunan rumah susun. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri menyatakan pembangunan rumah susun menjadi salah satu solusi penataan kawasan kumuh.

“Pemprov Jateng sudah harus mengkaji pembangunan rumah susun. Seperti halnya di Yogyakarta, sekarang ini gencar dibangun rumah susun guna mengurangi kawasan kumuh. Masyarakat pun bisa mendapatkan hunian yang layak tinggal,” ucapnya, saat memimpin rombongan Komisi D meninjau Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Kabupaten Sleman Provinsi DIY, Selasa (11/4/2023).

Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso menambahkan, selain penataan kawasan kumuh, pembangunan rumah susun bisa dilakukan untuk perbaikan infrastruktur di suatu kawasan. Kota Yogyakarta dan sekitarnya banyak ditemui kawasan bantaran sungai. Dengan demikian, fokus pembangunan rumah susun menjadi pilihan tepat saat minimnya luasan lahan.

Jajaran Komisi D bersama UPT Rusunawa Sleman saat melihat langsung kondisi di lapangan. Foto:istimewa

Menanggapinya, Kepala UPT Rusunawa Sleman Suroto mengungkapkan peminat untuk tinggal di rusunawa terbilang besar. Hanya saja yang menjadi dilema saat ini adalah pembayaran sewa. Tidak dipungkiri dengan pekerjaan penyewa seperti pengamen, pemulung, buruh pabrikan, kerap kali muncul tunggakan pembahayaraan.

“Sekarang ini bagi yang menyewa rusunawa harus deposito dulu di Bank DIY selama tiga bulan. Rusunawa sangat dibutuhkan masyarakat terutama untuk ekonomi menengah ke bawah,” jelasnya. Anf-St

You Might Also Like

Bareskrim Polri Bidik Ribuan Aplikasi Pinjol Ilegal Yang Rugikan Warga
Bantu Dunia Usaha, Pemerintah Jajaki Terbitkan Surat Utang
Ribuan Pemudik Asal Jateng Mudik Gratis Naik Bus dari Kota Bandung, Dilepas Wagub Gus Yasin
IM3 Ajak Masyarakat Kota Semarang Rayakan Kembali Serunya Silaturahmi dengan Freedom Internet di bulan Ramadan
Penumpang Penyandang Disabilitas Mulai 17 September 2023 Dapat Diskon 20 Persen dari KAI
TAGGED:di Kawasan Kumuhkomisi D DPRD JatengKunjungan kerja ke Sleman DIYPembangunan RusunawaSolusi Hunian Layak
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?