By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemerintah Fokus Tanggulangi Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemerintah Fokus Tanggulangi Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Last updated: 18 Mei 2023 05:42 05:42
Jatengdaily.com
Published: 18 Mei 2023 05:42
Share
Ilustrasi. Foto: klikdokter.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Sebanyak 35.757 bayi lahir dengan hepatitis B di Indonesia pada 2022. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyampaikan penularan kasus didominasi oleh penularan langsung dari Ibu ke anak.

Secara umum, penularan hepatitis B, C, dan D terjadi secara vertikal langsung dari Ibu ke anak, dari cairan tubuh (air ludah, cairan sperma) dan aktivitas seksual tidak aman, menggunakan tindik atau tato, maupun penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba.

Syahril mengatakan penularan Hepatitis B dari secara vertikal Ibu ke anak menyumbang sebesar 90-95 persen dari seluruh sumber penularan lainnya. Bayi yang terinfeksi hepatitis B kemungkinan untuk menjadi kronis dan sirosis hingga 80 persen.

“Sayangnya belum ada pengobatan yang efektif, sehingga penting untuk memutus alur penularan. Pemberian vaksin hepatitis B secara lengkap dan tepat dapat menurunkan prevalensi hepatitis B,” kata Syahril dilansir dari laman Infopublik, Kamis (18/5/2023).

Tetapi, lanjutnya, masih terdapat permasalahan yang harus dihadapi yaitu risiko untuk menjadi sirosis dan hepatoma serta belum ada pengobatan yang efektif. Berdasarkan data Kemenkes, sebanyak 7,1 persen atau 18 juta masyarakat indonesia terinfeksi hepatitis B.

Sebanyak 50 persen di antaranya berisiko menjadi kronis dan 900.000 dapat menjadi kanker hati. Bahkan hepatitis B menjadi empat besar penyebab kematian di Indonesia, dengan perkiraan kematian setiap tahunnya sebesar 51.100 kematian.

Sebanyak 50.744 Ibu hamil positif hepatitis B pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.757 bayi lahir dari Ibu yang positif hepatitis B. Kendati sebagian besarnya sudah mendapatkan imunisasi Hb0 dan HBg kurang dari 24 jam.

Namun masih didapati 135 bayi positif Hepatitis B pada usia 9-12 bulan. Syahril mengatakan memutus atau mencegah sedini mungkin penularan hepatitis menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Khusus untuk hepatitis B, dilakukan deteksi dini Hepatitis B yang terintegrasi dengan pemeriksaan HIV dan Sifilis untuk minimal 80 persen ibu hamil (atau disebut juga dengan Triple Eliminasi). Tujuannya untuk memutus atau mencegah penularan secara vertikal dari ibu ke anak.

Pemberian imunisasi Hepatitis B tiga dosis pada bayi juga masuk ke dalam program imunisasi nasional untuk mengurangi insiden; Pemberian HB0 kurang dari 24 jam untuk mengurangi transmisi dari ibu ke bayi.

Selain itu juga dilakukan Pemberian HBIg pada bayi lahir dari ibu reaktif HBsAg, dan Pemberian Tenofovir pada bumil dengan viral load tinggi.

Deteksi dini juga harus dilakukan bagi kelompok berisiko seperti pengguna jarum suntik (penasun) dan eks penasun, ODHIV, pasien hemodialisa, populasi kunci seperti WBP, PS, dan LSL, Riwayat transfusi, riwayat tato, tindik dan penggunaan alat medis tidak steril harus dilakukan untuk memutus penularan.

Secara khusus, Syahril mengimbau masyarakat Indonesia untuk menghindari praktek seks berisiko. Ingat penularan Hepatitis melalui cairan tubuh termasuk dari air mani dan air liur.

“Contohnya melakukan ciuman sampai terjadi perlukaan dapat menularkan virus Hepatitis, dan jangan lupa untuk menggunakan pengaman agar menghindari hal-hal yang dapat beresiko penularan untuk kesehatan dan pertumbuhan anak,” kata Syahril. she 

You Might Also Like

Pasar Johar Semarang Kembali akan Ditempati, PKL di Pinggir Jalan Ditertibkan
Tingkatkan Kolaborasi, Dekan Fakultas Psikologi Undip Jadi Visiting Lecturer di Korea University
Miris, Bapak di Purworejo Ini Asusila Anak Kandungnya hingga Hamil
Pengembangan Vaksin Corona Minimal Satu Tahun
Perang Sarung Kembali Marak dan Resahkan Warga, Ini Imbauan Polda Jateng
TAGGED:Hepatitis BPemerintah Fokus Tanggulangi Penularan Hepatitis B
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?