in

Pemilu 2024, Black Campaign di Medsos Butuh Perhatian Khusus

Bawaslu Jateng gelar pelatihan Pencegahan Pelanggaran Kampanye dan Konten Internet. Foto: siti

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Anggota Kordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng Nur Kholik mengatakan, sinergi kolaborasi dan pelibatan masyarakat dan media massa dalam partisipasinya sebagai upaya antisipasi pengawasan publik pada pelaksanaan Pemilu 2024 sangat dibutuhkan.

”Apalagi dalam perkembangan IT yang pesat saat ini, pengawasan dalam portal di internet, dari sisi norma banyak kekosongan, maka butuh kolaborasi semua pihak, untuk pencegahaan pengawasan dan penindakan di lingkungan. Adanya keniscayaan untuk berkolaborasi tersebut dapat menjadi kontributor dalam jalannya tahapan di Pemilu 2024,” jelasnya, Jumat (8/12/2023).

Nur Kholik mengatakan hal itu, dalam acara Pembekalan pengawas patroli siber bertajuk ”Pencegahan Pelanggaran Kampanye dan Konten Internet, Bersama Rakyat Awasi Pemilu, bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu,” yang berlangsung dua hari, Kamis dan Jumat (7-8/12/2023) di Semarang.

Puluhan orang yang memiliki basic di media sosial pun digandeng Bawaslu Jateng untuk menjadi relawan Pengawas Patroli Siber dalam memantau kampanye dan konten diinternet tersebut.

Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng Bagian Siber, AKP Endro Wibowo Aji sebagai salah satu narasumber dalam pelatihan tersebut, mengatakan, menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, semua daerah di 35 kabupaten dan kota di Jateng perlu diwaspadai atas kerawanan. Adapun potensi Indek Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 per kabupaten dan kota di Jateng, tersebut adalah sebagai berikut.

Tujuh kota termasuk IKP tinggi, masing-masing adalah Kota Semarang, Sukoharjo, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, dan Kendal. Sebanyak 26 kabupaten dan kota masuk IKP sedang. Sedangkan yang rendah adalah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Kebumen.

Ada banyak potens konflik dalam Pemilu, mulai isu politik identitas, pengerahan massa, meoney politic, black campaign (kampanye hitam) untuk menjatuhkan calon baik itu legislatif maupun capres dan cawapres, fitnah ujian kebencian, isu SARA, konten di media sosial, dan alat peraga kampanye.

Media sosial (medsos) menjadi salah satu sarana untuk penyebarannya. Dalam medsos, ada banyak kampanye hitam yang meliputi penyebaran fitnah (penghinaan, pencemaran nama baik, penyebaran ujian kebencian (provokasi SARA), hoaks, dan penyebaran berita SARA serta penyebaran fitnah. Itu yang salah satunya harus dipantau dan dicega, termasuk oleh relawan Pengawas Patroli Siber.

Menurutnya, Bawaslu Jateng pun mewaspadai potensi pelanggaran Pemilu 2024 via media sosial (medsos), yang salah satunya lewat Pengawas Patroli Siber tersebut. she

 

 

Written by Jatengdaily.com

‘Gerwang’ untuk Kemandirian

Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri Lanjut ke Sidang Etik