SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 18 mahasiswa Program Studi Hukum Program Doktor (PSHPD) Fakultas Hukum Untag Semarang angkatan XII, belum lama ini menerima Surat Keputusan sebagai kandidat Doktor setelah dinyatakan lulus ujian kualifikasi.
Penyerahan SK tersebut telah mewarnai acara peringatan HUT ke-7 PSHPD Untag, yang digelar di kampusnya Jl. Pemuda 70 Semarang pada tanggal 7 Januari 2023 lalu.
Prof. Dr. Sarsintorini Putra, SH. MH selaku Ketua PSHPD Untag menyampaikan acara peringatan HUT ini sebagai bentuk wujud syukur, karena di usianya yang tujuh tahun ini sudah mencetak sebanyak 63 doktor.
Untuk mewujudkan rasa syukur tersebut, lanjutnya, maka pada acara peringatan HUT ke-7 ini diisi berbagai agenda penting, di antaranya bhakti sosial, yang sudah dilakukan satu hari sebelum peringatan ini, dilaksanakan bersama para mahasiswa angkatan XII, dengan membagikan 50 paket sembako kepada warga sekitar kampus.
Selanjutnya pada peringatan HUT tersebut juga dilakukan launching aplikasi Klinik Hukum Kesehatan Hippocrates melalui google play store, yang diharapkan akan bermanfaat dalam penyelesaian sengketa bagi dokter/tenaga kesehatan/rumah sakit dengan pasien. Di samping itu juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara PSHPD Untag Semarang dengan RS. Cisendo dan BPJS Kesehatan RI.
Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH. MHum selaku Dekan Fakultas Hukum Untag dalam sambutannya menyampaikan selamat ulang tahun PSHPD Untag yang ke tujuh. Pada kesempatan itu, Dekan juga mengucapkan syukur atas terpenuhinya dokumen PSHPD terkait adanya perubahan persyaratan jumlah dosen program doktor yang sekarang ini telah dipersyaratkan minimal harus 17 orang doktor, dan berpangkat minimal Lektor Kepala.
”Adapun ratio dosen dan mahasiswa sekarang menjadi satu banding sepuluh. Dengan demikian harus ada target kelulusan setiap semesternya, agar tetap terjaga rationya,” terangnya.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada para mahasiswa yang baru saja menerima SK sebagai candidat doktor. Dalam pesannya agar segera membuat proposal disertasi, dan Jurnal scopus sebagai syarat untuk mengikuti ujian disertasi kelak. Dengan persiapan awal yang matang diharapkan dapat lulus tepat waktu.
Rektor Untag Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi dalam pembinaannya juga menyampaikan agar PSHPD menargetkan lulusannya. Hal itu seperti amanah yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan M Nasir pada tahun 2016 yang lalu kepada rektor, agar ada target untuk lulusan program doktor Untag.
Rektor berharap kepada Promotor dan Co Promotor, agar dalam melayani bimbingannya untuk memperlakukan mahasiswanya dengan sepenuh hati, dan diarahkan sampai mereka benar benar mengerti maksudnya. Jangan sampai dalam mengoreksi hanya dibubui tanda tanya, tanpa menerangkan maksudnya. Hal itu menjadikan mahasiswa akan tambah bingung dan tidak mengerti apa yang diinginkan oleh pembimbingnya.
Dalam pesannya Rektor mengatakan, jangan pernah mempersulit mahasiswa bimbingannya, karena hal itu tidak akan ada gunanya, maka lakukanlah seperti orang mengadu ayam jago. ”Di mana ketika orang mau mengadu jagonya, biasanya terlebih dahulu dimandikan (dibanyoni), kemudian dipanaskan ditengah terik matahari dan diberi vitamin, baru kemudian diadu. Ketika ayamnya kalah, mereka tidak patah arang, dan mengulang kembali dengan perlakuan yang sama, sampai akhirnya ayam jagonya dinyatakan sebagai pemenang”. katanya.
Jadi prinsipnya seorang Promotor maupun Co Promotor dalam membimbing harus menggunakan hati nurani, sabar dan selalu memberikan semangat untuk menghadapi tahapan ujian disertasi yang panjang hingga mahasiswa yang bersangkutan telah dinyatakan lulus sebagai doktor. Kalau ini dilakukan, niscaya akan diperoleh kesan dan kenangan yang baik dimata lulusannya. st

