By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Perguruan Tinggi dan Media Punya Peran Dampingi UMKM Bersertifikasi Halal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Perguruan Tinggi dan Media Punya Peran Dampingi UMKM Bersertifikasi Halal

Last updated: 22 Februari 2023 19:33 19:33
Jatengdaily.com
Published: 22 Februari 2023 19:33
Share
Wali kota memberikan sambutan pada kuliah umum UMKM bagi mahasiswa Unwahas di Fakultas Farmasi. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily) – Kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kita adalah keengganan dan ketidaktahuan mereka dalam mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), termasuk melabeli produknya dengan sertifikasi Halal yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.

Adanya realitas itu, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melalui Pusat Kajian Halal terpanggil untuk melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM di Jateng agar bisa memperoleh sertifikasi halal.

Demikian disampaikan dua pembicara , yaitu trainer manajemen Dr Cuk Jaka Purwanggono ST MM dan Ketua Pusat Kajian Halal Unwahas Dewi Hastuti SPt MP dalam Kuliah Umum Akselerasi Sertifikasi Halal dalam Peningkatan Daya Saing UMKM yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Unwahas, Semarang, Rabu (22/2).

‘’Hampir 90 persen pelaku UMKM yang kami dampingi, usahanya tak memiliki Surat Izin Berusaha dan tak melengkapi dengan sertifikasi halal. Mereka lebih fokus pada mencari modal dan bisnis kuliner yang digeluti,’’ kata Cuk.

Acara yang digagas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas dan PWI Jateng dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2023 itu juga menghadirkan Amelia Wallad Ssos, pelaku UMKM Dapur Sang Diva.

Kuliah umum yang dipandu Roshia Martiningrum terasa istimewa, karena selain dihadiri Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, turut hadir Rektor Unwahas Prof Dr KH Mudzakir Ali MA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr Hasan SE MSc, Kaprodi Manajemen Ratih Pratiwi SPd MSi, dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud bersama jajaran, dan Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sosiawan, serta dosen dan ratusan mahasiswa dari kampus tersebut.

Menurut Cuk, mulai tahun 2021 hingga 2023, status halal menjadi penentu daya konsumsi bagi masyarakat Indonesia yang notabene muslim. Dia menyebut, dalam mengurus sertifikasi halal tak sesulit yang dibayangkan karena Pemerintah telah membuka kran lewat website. Dosen Unwahas itu tak menampik tantangan yang dihadapi tentu saja kemampuan SDM pelaku usaha yang beragam.

Narasumber lainnya Dewi Hastuti mengatakan, kewajiban sertifikasi halal bagi produk UMKM tertuang dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 20 Tahun 2021 tantang sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Dia menandaskan, program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati dari Kemenag telah dibuka sejak 2023 dengan kuota sebanyak satu juta. Sertifikasi Halal itu diartikan pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan fatwa tertulis yang dikeluarkan MUI. Dia bersyukur Unwahas mendapat kepercayaan dari BPJPH untuk mendampingi pelaku UMKM meraih sertifikasi itu.

‘’Ayo, mari ibu bapak pelaku UMKM untuk meraih kesempatan ini. Jangan ragu, karena ada Sehati yang cuma-cuma. Kami dari Unwahas siap membantu untuk melakukan pendampingan,’’ kata Dewi. Dia pun lalu menggambarkan mekanisme pendaftaran sertifikasi kepada peserta.

Sedangkan Amelia Wallad lebih banyak berbagi cerita, bagaimana dirinya sempat ragu dengan biaya pengurusan SIUP dan sertifikasi halal melalui calo yang besarnya lumayan. Namun setelah dibimbing oleh tim dari Pusat Kajian Halal dirinya bisa melewati semua proses administrasi dengan lancar.

Siap Berkolaborasi

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambut baik dan mengapresiasi insiatif Unwahas yang turut membantu kesulitan pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal.

‘’Kami kira ini upaya yang bagus. Ini artinya, Pemkot Semarang bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan media untuk memacu pengembangan UMKM. Kebetulan di Semarang ada banyak klaster-klaster usaha sesuai potensi wilayah masing-masing. Kami tak mungkin bergerak sendiri, diperlukan konsep gerakan bersama dengan perguruan tinggi dan media yang turut mempromosikan,’’ kata Mbak Ita, sapaan akrab walikota.

Mbak Ita sendiri mengakui, di Kota Semarang banyak kearifan lokal yang memicu menjamurnya usaha-usaha yang butuh support. Apalagi ada segudang event wisata yang bisa dimanfaatkan entrepreneur muda dari kampus sebagai ladang usaha seperti Festival Kota Lama, Festival Bunga, Semarang Night Carnival. Semarang saat ini juga menjadi Jaringan Kota Pusaka yang anggotanya ada 85 kota di Indonesia yang punya kawasan heritage.

Dalam sambutannya, Rektor Unwahas Prof KH Mudzakir Ali menyampaikan bahwa makanan halal menjadi kebutuhan seluruh umat manusia bukan hanya yang muslim. Maka kuliah umum ini menjadi tanggung jawab kemanusiaan kampusnya dalam produk halal. Dia juga terima kasih kepada PWI Jateng atas kepercayaan dan dukungannya dalam menggelar diskusi ini.

Sedangkan Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS mengatakan, kemitraan dengan Unwahas mengandung satu visi bahwa PWI ingin membangun performa sebagai bagian dari kaum intelektual dan kaum akademisi.

‘’Agak berbeda dengan dari kegiatan HPN pada tahun sebelumnya, kegiatan tahun ini mengusung tema ‘Goes to Campus’. Kami menekan pentingnya aplikasi bukan sekadar tataran MoU ataupun konsep-konsep seperti rekomendasi seminar. Tapi ingin memberikan kontribusi atau kolaborasi yang nyata misalnya yang kami gagas bersama Unwahas adalah sertifikasi halal UMKM. Apalagi Bu Ita sudah mengajak untuk bergerak bersama, dan kami siap menyambut ajakan itu,’’ tandasnya.St

You Might Also Like

Penanggulangan Bencana Tak Bisa Andalkan Pemerintah Saja
Chase the Sun and Explore Every Corner of the Earth (Demo)
Mengolah Sampah dengan Budi Daya Maggot
Pelaku Pelecehan di Objek Wisata Guci, di Bawah Umur
Kembangkan Klaster Industri Jagung, Semen Gresik Bersama SIG Fasilitasi Petani Rembang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?