By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Petugas Ambil Contoh Darah Ribuan Sapi untuk Pantau Virus PMK
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Petugas Ambil Contoh Darah Ribuan Sapi untuk Pantau Virus PMK

Last updated: 8 September 2023 12:30 12:30
Jatengdaily.com
Published: 8 September 2023 12:30
Share
Pantau PMK. Foto: Humas Rembang
SHARE

REMBANG (Jatengdaily.com)- Untuk mengetahui perkembangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang sudah mendapatkan vaksin booster, petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang berkeliling dan mengambil sampel darah sapi-sapi tersebut, serta memberinya vitamin.

Subkoordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Erdyanti Permatasari mengatakan, PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Pemberian vaksin PMK ini efektif dalam membatasi penyakit dan penyebaran infeksi.

Disampaikan, pihaknya telah memberikan vaksin PMK terhadap 130 ribuan sapi. Dari mulai vaksin dosis pertama, hingga booster. Sehingga, untuk mengkaji kekebalan ternak tersebut, pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi, dengan ternak-ternak tersebut.

“Nanti serum (sampel darah sapi) akan dikirim ke BBVet untuk dilihat antibodi NSP. Jika masih ada antibodi NSP di ternak tersebut, artinya virus masih bisa bereplikasi,” terangnya, saat mengambil sampel darah sapi di Desa Randuagung, Kecamatan Sumber, dilansir dari laman humas Prov. Jateng, Jumat (8/9/2023).

Dyan menyebutkan, jika masih ada antibodi NSP, maka vaksinasi harus terus dilakukan. Rentang waktunya setiap enam bulan sekali.

“Sapi yang akan diambil sampel darahnya sebanyak 1.106 ekor. Dengan 39 petugas masing- masing mengambil sampel darah 20 ekor sapi,” imbuhnya.

Warga Randuagung, Wariman menuturkan, saat ini memiliki empat sapi. Salah satu sapinya pernah terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD) namun sudah sembuh, saat ini juga telah mendapatkan booster vaksin PMK.

“Vaksinnya enam bulan sekali, gratis, ya sangat membantu warga,” ungkapnya. she

You Might Also Like

Kemkominfo Libatkan Akademisi Sosialisasi RUU KUHP di UNS
Pesan Presiden Jokowi di Hari Anak Nasional 2021: Tetap Semangat Belajar Meski Tidak di Sekolah
BPS Bersama Apindo Sukoharjo Sepakat Wujudkan Data Statistik Industri Berkualitas
Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila Penting untuk Kikis Habis Tindakan Koruptif
Masyarakat Terdampak Banjir di Demak dan Kudus Peroleh Trauma Healing
TAGGED:sapiVirus PMK
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?