By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Piala Dunia U-17, Menanti Sejarah Tercipta di Indonesia
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Piala Dunia U-17, Menanti Sejarah Tercipta di Indonesia

Last updated: 28 November 2023 14:27 14:27
Jatengdaily.com
Published: 28 November 2023 14:27
Share
Foto: pssi
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com)- Piala Dunia U-17 2023 memasuki fase krusial, semifinal pada Selasa (28/11/2023). Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai dua laga seru mempertemukan antara Argentina dan Jerman dan Prancis vs Mali yang tersaji di Stadion Manahan, Surakarta, Jateng, bisa memberi hiburan bagi pencinta sepakbola Tanah Air.

“Empat tim yang berlaga di semifinal merupakan tim terbaik. Kita beruntung bisa menyaksikan langsung aksi-aksi tim elite seperti Argentina, Jerman, Prancis, dan Mali. Kita berharap disuguhkan dua pertandingan semifinal berkualitas yang akan meloloskan dua tim terbaik pada laga puncak nanti,” ujar Erick Thohir dilansir dari laman pssi.

Dari semua semifinalis Piala Dunia U-17 edisi ke-19 ini, Prancis menjadi satu-satunya tim yang pernah merasakan gelar juara. Les Bleus pernah menjadi yang terbaik di Piala Dunia U-17 2001. Pada turnamen yang berlangsung di Trinidad Tobago, tim ‘Ayam Jantan Muda’ini mengalahkan Nigeria 3-0 di final.

Sementara itu, Jerman dan Mali baru sebatas menjadi runner-up di Piala Dunia U-17.

Die Mannschaft—julukan Jerman—menempati peringkat kedua pada edisi perdana, 1985.

Selain itu, Jerman juga pernah dua kali menjadi tim peringkat ketiga pada 2007 dan 2011 serta pernah sekali finis keempat pada 1997.

Mali menjadi runner-up pada 2015. Mereka juga pernah finis keempat pada edisi 2017.

Sedangkan Argentina sudah lima kali lolos ke semifinal. Mereka tiga kali finis ketiga pada 1991, 1995, dan 2003. Selain itu, tim Tango dua kali menjadi tim peringkat keempat pada 2001 dan 2013.

“Argentina, Jerman, dan Mali bermimpi mencetak sejarah di Piala Dunia U-17, menyusul jejak Prancis. Saya yakin dua laga semifinal hari ini akan berlangsung seru dan dramatis, tim terbaik yang akan lolos ke final. Sejarah baru akan tercipta di negara kita,” ujar Erick.

Panitia Pelaksana Lokal (LOC)  Piala Dunia FIFA U-17 2023 memastikan tiket nonton pertandingan final Piala Dunia U-17 telah habis terjual. Panitia menyediakan sebanyak 11 ribuan tiket untuk laga final digelar Jumat 2 Desember 2023 di Stadion Manahan.

Untuk tiket perebutan posisi ketiga pada Jumat 1 Desember 2023 masih tersisa kuota sebanyak 2.000 tiket.

“Saya mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan masyarakat mulai penyisihan hingga babak 16 besar luar biasa. Bahkan saat tim U-18 Indonesia tersisih, mereka masih ramai-ramai berbondong-bondong ke stadion. Jelang berakhirnya event ini, ayo kita ramaikan dan sukseskan FIFA U-17 World Cup sampai partai final!,” ucap Erick. she 

You Might Also Like

Jaga Persaudaraan, Masjid Ukhuwah Islamiyah Gelar Shalat Idul Adha Rabu dan Kamis
BAN PT Lakukan Surveilen Akreditasi ITB Semarang
PT KAI Luncurkan Kereta Api Airlangga, Ini Rute dan Tarifnya
Dibangun Bermodal Jimpitan, Satkamling RT 03 RW 07 Teluk Juara I Nasional
Mahasiswa KKN UNS Terus Bergerak Tekan Penyebaran COVID-19
TAGGED:erick thohirMenanti Sejarah Tercipta di IndonesiaPiala Dunia U-17
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?