DEMAK (Jatengdaily.com)- Dalam rangka membenahi dan menata kawasan wisata Kabupaten Demak, Dinas Pariwisata Kabupaten Demak menggelar ‘Sarasehan Penataan Kawasan Wisata Segitiga Emas’, Rabu (15/11/2023). Hadir sebagai narasumber Sekda Demak H Akhmad Sugiharto ST MT serta Ir Retno Susanti MT dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Dra Endah Cahya Rini MM menyampaikan, Kabupaten Demak dengan destinasi wisata religinya yakni Masjid Agung Demak berikut Makam Raja-raja Kesultanan Demak. Serta Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu tentunya sudah masyur bagi par wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Bahkan menurut data kunjungan, jumlah wisatawan domestik di Masjid Agung Demak serta Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu adalah yang terbanyak kedua setelah Candi Borobudur. Akan tetapi, jumlah kunjungan yang tinggi ini belum dapat menjadikan Kabupaten Demak sebagai daerah yang maju karena pariwisatanya,” ujarnya.
Sehingga Dinas Pariwisata merasa perlu melakukan pembenahan dan penataan di semua lini. Termasuk mengeksplor kawasan segitiga emas wisata Kabupaten Demak, yakni Masjid Agung Demak, Parkir Wisata Tembiring, dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Sehingga wisata religi sebagai potensi unggulan Kabupaten Demak dapat memberikan kontribusi lebih pada pembangunan daerah, dan bermuara peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Namun untuk pembenahan dan penataan tersebut, Dinas Pariwisata tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari OPD lain, termasuk masukan dari lintas sektor seperti akademisi, hingga para pemerhati dan praktisi sektor pariwisata,” kata Endah Cahya Rini.
Pendapat sama disampaikan Sekda Akhmad Sugiharto. Sebagai daerah dengan destinasi wisata terbesar kedua pengunjungnya setelah Candi Borobudur di Magelang, konstruksi ke (kas) daerah relatif minim.
“Jumlah pengunjung terbanyak nomor dua setelah Borobudur. Tapi tidak ada yang di dapat. Ada apa ini? Apakah ada yang salah? Sementara wisata religi sebagai wisata minat, termasuk jenis wisata yang tak akan padam. Contohnya Umroh, jumlah wisatawan tidak pernah berkurang, bahkan semakin bertambah,” urainya.
Di sisi lain, membuat even yang menarik minat wisatawan dalam jumlah besar tidak lah mudah. Meskipun sebenarnya Demak kaya potensi seni budaya maupun SDA yang bernilai jual. Kabar baiknya, di Kabupaten Demak banyak komunitas. Maka itu perlu duduk bersama untuk membahas agenda wisata yang spektakuler, dengan melibatkan influencer.
“Pada saat sama, perlu kiranya mengadopsi ‘trik’ kabupaten/kota tetangga yang berhasil sektor pariwisatanya. Mulai dari branding, management pemasaran, hingga penataan insfratruktur pendukung, serta SDM berkompeten,” imbuh Pak Gik, demikian Akhmad Sugiharto akrab disapa.
Sementara itu, dalam paparannya Retno Susanti lebih memberikan masukan dalam pengelolaan segitiga emas wisata Kabupaten Demak. Bahwa PAD dari sektor pariwisata akan meningkat tak hanya ketika wisatawan datang dalam jumlah banyak, namun juga dipengaruhi lamanya mereka tinggal atau length of stay.
“Selain itu juga mesti ada sinergitas saling melengkapi, saling menguatkan, dan saling menguntungkan ketiga objek wisata segitiga emas dengan destinasi wisata (cluster) pendukung lainnya,” ujarnya. rie-she
0



