By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Soal Impor Baju Bekas, Indonesia Tak Ubahnya Tempat Sampah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Soal Impor Baju Bekas, Indonesia Tak Ubahnya Tempat Sampah

Last updated: 19 Maret 2023 06:39 06:39
Jatengdaily.com
Published: 19 Maret 2023 06:39
Share
Abdul Wachid. Foto: rie
SHARE
DEMAK (Jatengdaily.com)- Maraknya bisnis penjualan pakaian bekas impor (thrift) mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk di antaranya H Abdul Wachid, anggota  DPR RI Fraksi Partai Gerindra.
Saat kunjungan kerja di Demak, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu mengaku prihatin menemui adanya bisnis impor pakaian bekas yang menjamur dan membanjiri pasar domestik. Sehingga adanya fenomena itu, menurut Wachid, menjadikan Indonesia tak ubahnya tempat pembuangan akhir barang-barang bekas, dalam hal ini pakaian dan sepatu.
“Sampai kapan negara kita jadi tempat buang sampah? Ini permainan para importir yang bekerjasama dengan penjaga pintu masuk barang oknum Bea Cukai,” ujarnya, didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak H Maskuri, Sabtu (18/3).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu berpendapat, mudahnya pakaian impor bekas masuk ke Indonesia memunculkan dugaan adanya kongkalikong antara pengusaha dengan aparat terkait.
“Tanpa ada pola kerjasama tidak akan mungkin bisa masuk baju bekas ke negara kita. Pekerjaan ini sudah lama, akan tetapi anehnya masih bisa lolos. Padahal barangnya jelas besar dan terlihat oleh mata. Kok susah di tangkap,” tukasnya.
Sehubungan itu, Maskuri sebagai wakil rakyat mengingatkan pemerintah daerah agar lebih kritis mencegah transaksi thrifting di Kota Wali. “Tak hanya merugikan produsen dalam negeri termasuk UMKM,  sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi sehingga bisnis tersebut dikecam, dikhawatirkan zat-zat kimia, kuman atau apapun namanya yang terbawa pada pakaian atau sepatu bekas impor itu, dapat membahayakan kesehatan masyarakat kita,” pungkasnya. rie-she 

You Might Also Like

Telkom DigiUp Berikan Bantuan 900 Sertifikasi Berstandar BNSP Kepada Siswa SMA & SMK Terpilih di Seluruh Indonesia
Kasus COVID-19 Terus Turun, Ini Relaksasi Kebijakan Perjalanan
Aturan Perjalanan Terbaru, Belum Booster Wajib Tes PCR
Pembalak Liar yang Sekap Mantri Hutan di Blora Diringkus
Dosen Magister Hukum USM Jadi Saksi Ahli di Pengadilan Negeri Makassar
TAGGED:Abdul WachidImpor Baju BekasIndonesia Tak Ubahnya Tempat Sampah
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?