in

Soal Impor Baju Bekas, Indonesia Tak Ubahnya Tempat Sampah

Abdul Wachid. Foto: rie
DEMAK (Jatengdaily.com)- Maraknya bisnis penjualan pakaian bekas impor (thrift) mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk di antaranya H Abdul Wachid, anggota  DPR RI Fraksi Partai Gerindra.
Saat kunjungan kerja di Demak, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu mengaku prihatin menemui adanya bisnis impor pakaian bekas yang menjamur dan membanjiri pasar domestik. Sehingga adanya fenomena itu, menurut Wachid, menjadikan Indonesia tak ubahnya tempat pembuangan akhir barang-barang bekas, dalam hal ini pakaian dan sepatu.
“Sampai kapan negara kita jadi tempat buang sampah? Ini permainan para importir yang bekerjasama dengan penjaga pintu masuk barang oknum Bea Cukai,” ujarnya, didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak H Maskuri, Sabtu (18/3).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu berpendapat, mudahnya pakaian impor bekas masuk ke Indonesia memunculkan dugaan adanya kongkalikong antara pengusaha dengan aparat terkait.
“Tanpa ada pola kerjasama tidak akan mungkin bisa masuk baju bekas ke negara kita. Pekerjaan ini sudah lama, akan tetapi anehnya masih bisa lolos. Padahal barangnya jelas besar dan terlihat oleh mata. Kok susah di tangkap,” tukasnya.
Sehubungan itu, Maskuri sebagai wakil rakyat mengingatkan pemerintah daerah agar lebih kritis mencegah transaksi thrifting di Kota Wali. “Tak hanya merugikan produsen dalam negeri termasuk UMKM,  sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi sehingga bisnis tersebut dikecam, dikhawatirkan zat-zat kimia, kuman atau apapun namanya yang terbawa pada pakaian atau sepatu bekas impor itu, dapat membahayakan kesehatan masyarakat kita,” pungkasnya. rie-she 

Written by Jatengdaily.com

Syahlan Raih Profesor Kehormatan dari Unissula, Konsen dalam Pemberantasan Korupsi

Segera Daftar, Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Jalur Laut, Ini Syaratnya