By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Teliti Asimetri Informasi BPR, Sukamto Raih Doktor
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Teliti Asimetri Informasi BPR, Sukamto Raih Doktor

Jatengdaily.com
Published: 24 Februari 2023 15:47
Share
Sukamto SE MSi, raih gelar doktor. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sukamto SE MSi, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Unissula berhasil meraih gelar doktor. Ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka pada Jumat (24/2/2023) di Fakultas Ekonomi Unissula.

Disertasinya berjudul Musawah Quality Information Partnership: Asymmetric Information Reduction pada Pembiayaan Profit and Loss Sharing di BPR Syariah. Adapun pengujinya antara lain Prof Dr Ibnu Khajar,  Bedjo Santoso MT PhD, Dr Arif Yulianto, Prof Dr Widodo, Prof Dr Nunung Ghoniyah, Dr Sri Hartono dan Prof Dr Heru Sulistyo.

Menurut Sukamto asimetri informasi masih menjadi permasalahan pada pembiayaan profit and loss sharing atau bagi hasil di perbankan Islam, termasuk pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. Asimetri informasi ini dikarenakan bank syariah kesulitan dalam mengakses informasi mengenai kulitas proyek, sementara nasabah memiliki informasi sepenuhnya tentang kemungkinan keberhasilan proyek yang dijalankan.

Asimetri informasi adalah adanya satu pihak yang memiliki informasi lebih banyak dari yang lain, dimana principal adalah pihak yang tidak memperoleh informasi sepenuhnya oleh agen. Asimetri informasi dapat mengakibatkan adannya seleksi yang merugikan ketika mitra tidak memberikan informasi secara benar sehingga bank menyetujui pembiayaan, dan moral hazard dimana nasabah membuat keputusan bisnis yang merugikan bank.

Oleh karenanya ia mengusulkan konsep kemitraan baru yaitu Musawah Quality Information Partnership (MQIP). Konsep ini merupakan hubungan kemitraan yang setara atas dasar nilai nilai tauhid. Adanya kemudahan akses informasi dan berbagi informasi terpercaya, sesuai kenyataan, saling menguntungkan, untuk mencapai manfaat bersama. Dampak baiknya musawah quality information partnership akan meningkatkan kinerja keuangan. Model MQIP mampu menurunkan resiko pembiayaan pada akad bagi hasil serta meningkatkan kualitas keuangan pada BPR Syariah Indonesia.

Menurut Sukamto, sebaiknya hubungan bank syariah dengan nasabah merupakan hubungan kemitraan dengan prinsip kesetaraan (al musawah) yaitu kesetaraan atau kesamaan kedudukan dalam kerjasama yang di tuangkan dalam suatu akad terkait dengan hak dan kewajiban sehingga tidak saling merugikan.

Dr Sukamto SE MSi merupakan lulusan ke 25 Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Unissula. She

You Might Also Like

Setelah 47 Tahun, MTQ Nasional Kembali ke Semarang
Adam Safitri, Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Raih Doktor dari FT Unissula
Revitalisasi Pendidikan Tinggi Mengantarkan Lulusan TRKI Sekolah Vokasi Undip Training ke China
Dapat Urutan Pertama Fit and Proper Test DPW PPP Jateng, Witiarso Utomo Optimistis Kantongi Rekomendasi 
Kaji Mitigasi Longsor di Manyaran Semarang, Ini Rekomendasi Pemprov Jateng
TAGGED:pdim unissulaSukamto Raih Doktor
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?