By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Terapkan Teknologi Hijau hingga Maksimalkan Energi Alternatif, Semen Gresik Berhasil Tekan Emisi Karbon di Wilayah Operasional
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Terapkan Teknologi Hijau hingga Maksimalkan Energi Alternatif, Semen Gresik Berhasil Tekan Emisi Karbon di Wilayah Operasional

Last updated: 3 Agustus 2023 17:07 17:07
Jatengdaily.com
Published: 3 Agustus 2023 17:07
Share
Karyawan PT Semen Gresik beraktivitas di area pabrik dengan latar peralatan penangkap debu dengan teknologi canggih Bag Filter.Foto:dok
SHARE

REMBANG (Jatengdaily.com) – PT Semen Gresik berkomitmen menjalankan berbagai aktivitas perusahaan secara berkelanjutan, ramah lingkungan dan sesuai dengan regulasi pemerintah.

Salah satu wujud komitmen itu dengan menjaga kualitas udara di lingkup perusahaan maupun desa – desa sekitar baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora.

Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Dharma Sunyata, mengatakan sejak awal pembangunan, Pabrik Rembang didesain ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara.

Berbagai teknologi mutakhir dalam dunia bisnis persemenan diterapkan. Salah satunya yakni bag filter atau fabric filter yang sangat efektif dalam menangkap debu.

Menurut Dharma, hasil pengukuran yang dilakukan oleh lembaga independent yang sudah tersertifikasi Kementrian LHK menunjukkan jika kualitas udara di kawasan pabrik semen dan desa – desa di sekitarnya tetap terjaga. Sebab, emisi debu yg tercatat di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

“Proses pengukuran kualitas udara dilakukan di sejumlah titik pada lingkup pabrik selama dua triwulan atau semester pertama tahun 2023. Sebagai sampel nilai pengukuran udara ambien di desa Tegaldowo Kabupaten Rembang menunjukkan angka emisi debu tercatat antara 19,95 mg/Nm3 dari nilai ambang batas 230 mg/Nm3,” jelasnya.

Tak hanya itu, hasil pengukuran debu jatuhan dan ambien area desa – desa sekitar perusahaan juga menunjukkan hasil yang positif. Proses pengukuran dilakukan di 12 titik, termasuk di 6 desa ring 1 sekitar perusahaan. Hasilnya juga di bawah baku mutu yang telah ditetapkan.

“Pada proses pengukuran emisi dan debu akibat aktivitas operasional equipment di perusahaan sudah dipantau menggunakan alat berupa CEMS (Continues Emission Monitoring System) dan sudah terintegras dengan sistem SISPEK-KLHK, sehingga data terpantau secara real time dan dipantau oleh Kementerian LHK,” terangnya.

Dalam perencanaan penambangan, PT Semen Gresik selalu mengacu pada desain tambang yang tertuang dalam analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Untuk meminimalisir dampak sosial yang dapat ditimbulkan dari operasional tambang, perusahaan telah membangun kawasan green belt (sabuk hijau) selebar 50 meter yang mengelilingi area tambang di Rembang, Jawa Tengah, dengan total lahan mencapai 37 hektare.

“Hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, hingga saat ini PT Semen Gresik telah mereklamasi lahan pascatambang tanah liat seluas 3 hektare dan lahan pascatambang batu gamping seluas 5,5 hektare. Dengan menanam beragam jenis pohon sebanyak 33.610 pohon, diantaranya jati, mahoni, trembesi, sengon, johar, kesambi, sukun, sawo, nangka, mangga, kelengkeng, hingga pohon bambu,” tandasnya.

Selain itu, PT Semen Gresik juga melibatkan 361 petani yang berasal dari di enam desa sekitar untuk mengelola 119,25 hektare lahan milik Perusahaan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Selain itu, lanjutnya, dengan pemakaian energi alternatif atau alternative fuel & raw material (AFR), perusahaan telah mengalihkan sebagian besar kebutuhan energinya dari sumber fosil ke sumber energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan biomassa.

“Ada sebanyak 30 panel solar cell atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang dengan kapasitas 14,55 kWp (kilowatt peak). Sedangkan, untuk pengganti substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR) yang digunakan dalam proses produksi, yakni menggunakan sekam padi, tongkol jagung (bonggol), plastik kemasan, dan limbah kulit,” jelasnya.

Dari berbagai inisiatif strategis dan inovasi dalam kontribusi pada perlindungan lingkungan, perusahaan telah mencatatkan banyak prestasi.

Di antaranya berhasil memperoleh penghargaan Industri Hijau 2022 dari Kementerian Perindustrian RI, Penghargaan Proper Hijau 2022 dari Kementerian LHK, dan Apresiasi Terbaik Good Mining Practice (GMP) 2023 dari Dinas ESDM Jawa Tengah.St

 

You Might Also Like

Produksi Beton Ramah Lingkungan, SIG Raih Sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari KLHK
Bromat Lebih Bahaya dari BPA, Bisa Picu Kanker
Semen Padang Semarakkan Jalan Sehat Bersama BUMN di Temanggung
ASN Pemprov Jateng Ikrar Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Dugaan Penyebaran Berita Bohong Kecurangan Pemilu, Hasto Jalani Pemeriksaan di Polda Metro
TAGGED:di Wilayah OperasionalMaksimalkan Energi AlternatifSemen GresikTekan Emisi KarbonTerapkan Teknologi Hijau
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?