YOGYA (Jatengdaily.com)-Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sebanyak tiga warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal akibat tertular penyakit antraks.
“Untuk kasus antraks sudah ada tiga orang di Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Mereka terkonfirmasi positif antraks yang ditularkan dari hewan ternak,” ujar Nadia dilansir dari laman humas Polri, Kamis (6/7/2023).
Saat ini, kata Nadia, pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi kasus tersebut yang menularkan tiga warga. Hal itu dilakukan untuk mengukur sebaran hingga penyebab pasti penularan virus tersebut.
“Berdasarkan hasil tes serologi sementara ada 93 pasien yang positif antraks. Untuk warga yang meninggal itu memang menunjukan hasil positif antraks melalui pemeriksaan genom sekuensing (pelacakan),” ujar Nadia.
Menurut Nadia, kasus antraks ini menjadi kasus perdana di 2023. Sementara, pada tahun lalu, jumlah kasus antraks adalah nihil.
“Baru kasus ditemukan di Gunungkidul yang terjadi pada tahun ini dengan 93 positif. Kami juga terus melakukan penyelidikan epidemiologi,” ujar Nadia.
Sebagian pasien yang positif masih menjalani perawatan medis. Kemudian, sebagian lagi sudah dinyatakan sembuh.
Melansir dari pertanian.kulonprogokab.go.id, antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis. Penyakit Antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.
Untuk kasus di DIY itu, diduga kuat korban tertular usai makan daging sapi yang terkena antraks. she


