in

USM Siap Jadi Tuan Rumah Kontes Robot Indonesia 2023

Rektor USM, Dr Supari ST MT

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Semarang (USM) siap menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI). USM akan menyiapkan fasilitas terbaik USM.

Hal itu diungkapkan Rektor USM, Dr Supari ST MT di ruang kerjanya pada Kamis (26/1/2023).

”Kami sudah siap menggelar Kontes Robot Indonesia. Kami akan siapkan fasiltas terbaik USM,” ujar Suapri.

Menurutnya, sebagai tuan rumah, pihaknya bertekad sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kontes robot ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menyalurkan gagasan, kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi dunia.

”Kami berharap, melalui KRI ini muncul talenta-talenta mahasiswa yang dapat menjawab kebutuhan riil di Indonesia dan dunia. Beberapa contoh antara lain pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar dan kecil, kemajuan kedokteran militer, dan pekerjaan yang berbahaya, semua pekerjaan itu membutuhkan robot,” ujarnya.

Terkait penyelenggaraan, dia berharap, muncul divisi bawah air robot dan robot terbang. Sebab, selama ini hanya robot beroda, robot berkaki, dan robot tari.

”Misalnya jika ada pesawat terbang jatuh ke laut, kita tidak perlu bantuan negara lain. Sebab, sudah ada robot bawah air yang akan mendeteksi keberadaan lokasi jatuhnya pesawat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kontes Robot Indonesia (KRI) 2023 diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dengan tuan rumah Universitas Semarang (USM).

Kegiatan tersebut akan melibatkan sejumlah juri yakni Prof Dr Eng Drs Benyamin Kusumoputro MEng, Prof Dr Mauridhi Hery Purnomo, Dr Eril Mozef MS DEA, Ir Indrawanto MEng PhD, Ir Heru Santoso Budi Rochardjo MEng PhD, Ir Gigih Prabowo MT, Dr Ir Endra Pitowarno MEng, Dr Ir Djoko Purwanto MEng, Dr Ir Kusprasapta Mutijarsa ST MT, dan Dr Abdul Muis ST MEng. St

Written by Jatengdaily.com

Ngopi Bareng Arsul Sani di PPFF, Tidak Fair Opini Melarang Politik Identitas

Komitmen Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Harus Benar-Benar Direalisasikan