By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Main Hakim Sendiri Yang Sebabkan Kematian Korban, Lima Pria di Semarang Diamankan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Main Hakim Sendiri Yang Sebabkan Kematian Korban, Lima Pria di Semarang Diamankan

Last updated: 13 Juli 2024 06:15 06:15
Jatengdaily.com
Published: 13 Juli 2024 06:13
Share
Para tersangka yang ditangkap. Foto: Polrestabes Semarang
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Satreskrim Polrestabes Semarang menetapkan lima tersangka terkait pengeroyokan kepada Agusti Edo, 22 tahun, yang berujung pada kematian, pada Sabtu pekan lalu. Pengeroyokan ini bahkan viral di media sosial (medsos).

Peristiwa yang terekam dalam video amatir dan viral di media sosial ini memperlihatkan korban dipukuli oleh kelima pelaku tanpa ada perlawanan.

Adapun tersangka yang ditangkap unit Resmob pimpinan AKP Ardi Kurniawan ini diketahui bernama Tio Aji (28), Guntur Prahwana (23), Agus Sugiyanto (24), Wahyu Kurniawan (24), dan Muhammad Nur (18).

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena mengatakan awalnya saat itu korban bersama para pelaku minum bersama. Keesokan harinya, Guntur Prahwana mengaku kehilangan ponselnya sehingga membuat rombongan curiga korban mengambilnya.

Pelaku kemudian membawa korban ke Jalan Tumplak, di mana mereka menginterogasi dan menganiaya korban secara fisik hingga tidak sadarkan diri. Penganiayaan berlanjut di Koperasi Eiden Pedurungan setelah korban sadar.

“Atas hal itu, korban lalu dibawa ke Jalan Tumplak atau di depan Krematorium Tembalang dengan menggunakan mobil. Di situ korban diinterogasi sampai menggunakan kekerasan fisik,” ungkapnya dalam rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/7/2024).

Korban akhirnya dipulangkan, dan meninggal pada Selasa, 9 Juli 2024 karena mengalami luka serius di kepala.

Guntur Prahwana, salah satu pelaku mengaku melihat korban mengambil ponselnya dan korban merasa takut dan ingin menggantinya di akhir bulan. Ia juga menyatakan tidak ada niat untuk memukul korban, namun ikut melakukan pengeroyokan setelah Agus Sugiyanto memulainya.

“Hpnya saya telpon bergetar di kantongnya. Dia ngomongnya juga ketakutan dan alasannya mau diganti akhir bulan,” ujarnya

Tio Aji, pelaku lainnya, mengaku merekam aksi penganiayaan tersebut untuk dijadikan bukti pengakuan pelaku. Kelima tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 tentang perbuatan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dan terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun. she

 

 

You Might Also Like

Presiden Jokowi Apresiasi Timnas Sepak Bola Tahan Imbang Arab Saudi 1-1
Warga Terdampak Banjir di Pedurungan Kota Semarang Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Grab Merchant Mudahkan UMKM Berbisnis di Era New Normal
Ratusan Ikan Kakap Putih dari Ambon Diterbangkan ke Jakarta untuk Pasien COVID-19
Raih Hattrick Kemenangan, Ganjar dan Puan Siap Kobarkan Semangat Kader PDIP
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?