DEMAK (Jatengdaily.com) – Pajak merupakan sumber pendapatan yang sangat penting bagi pembangunan daerah. Melalui kontribusi pajak, pembangunan daerah dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga berujung terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Pada acara Gebyar Pajak Daerah Kabupaten Demak Tahun Pajak 2024 yang digelar BPKPAD Kabupaten Demak, Plt Bupati Demak KH Ali Makhsun MSi mengungkapkan, gebyar pajak daerah yang banjir hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap masyarakat taat pajak. “Adanya apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat semakin taat dan lunas pajak tepat waktu,” tuturnya, didampingi Plt Kepala BPKPAD Kabupaten Demak Yudi Santosa SE, MSi Akt, Selasa (19/11/2024).
Tak lupa disampaikan terimakasih kepada camat dan kepala desa yang telah membantu memaksimalkan potensi pajak. “Maka itu lah lurah dan kades menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam menggerakkan masyarakat agar taat pajak, utamanya pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB P2),” lanjutnya.
Ditetapkan sebagai kecepatan tercepat lunas PBB pertama adalah Kecamatan Gajah. Disusul pada peringkat kedua adalah Kecamatan Kebonagung. Selain mendapatkan plakat dan sertifikat penghargaan, masing-masing juga menerima sertifikat dan satu unit sepeda listrik.
Sedangkan kecamatan dengan kontribusi terbesar secara berurutan adalah Kecamatan Dempet, Demak dan Wonosalam. Sementara desa lunas tercepat yakni Bedono Sayung, Tedunan Wedung, Gebangarum Bonang, Kuwu Dempet dan Tanjunganayar Gajah.
Selain itu Desa Bakalrejo Guntur, Gempolsongo Mijen, serta Tempuran Demak. Selanjutnya ada pula Desa Jragung Karangawen, Solowire Kebonagung, Tlogodowo Wonosalam, Pidodo Karangtengah, juga Desa Tamansari Mranggen.
Tak lupa BPKPAD Kabupaten Demak pun memberikan penghargaan kepada perusahaan maupun perorangan taat membayar pajak tepat waktu. Termasuk pula notaris yang telah memberikan kontribusi terbesar sektor pajak melalui pembayaran BPHTB. Adapun hadiah utama berupa dua tabungan umroh, sepeda motor listrik, sepeda gunung, mesin printer, tv LCD dan masih banyak lagi.
Mengenai target PAD dari sektor pajak khususnya PBB, Yudi Santosa menyebutkan, tahun pajak 2024 sebesar Rp 69 miliar. Hingga Oktober 2024 telah terealisasi Rp 62,8 miliar atau 91,12 persen.
“Turut menjadi kendala belum tercapainya target 100 persen salah satunya banjir dan rob yang menjadikan berkurangnya nominal penerimaan PBB P2,” pungkasnya, didampingi Kabid Pendapatan Agustin Eka Safitri SKom MSi. rie-she


