By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Atasi El Nino, Modifikasi Cuaca Dilakukan Guna Isi 43 Bendungan di Pulau Jawa
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Atasi El Nino, Modifikasi Cuaca Dilakukan Guna Isi 43 Bendungan di Pulau Jawa

Last updated: 10 Juni 2024 07:24 07:24
Jatengdaily.com
Published: 10 Juni 2024 08:00
Share
Proses Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan PUPR. Foto: PUPR
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), guna mengisi 43 bendungan di Pulau Jawa yang mengalami penurunan daya tampung akibat El Nino.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penerapan TMC bertujuan mengurangi resiko bencana banjir  dengan mengukur kubik air yang didapatkan.

“Teknologi modifikasi cuaca yang sering dilakukan oleh BMKG juga bertujuan untuk mengisi bendungan dan mengurangi risiko hujan atau banjir di berbagai tempat.  Dengan teknologi modifikasi cuaca kita bisa memonitor berapa kubik air yang kita dapat,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang dilansir dari InfoPublik pada Senin (10/6/2024).

Pelaksanaan TMC terbagi menjadi tiga posko, yakni Posko 2 di Bandung untuk 8 bendungan, Posko 3 di Solo untuk 23 bendungan dan Posko 4 di Malang untuk 12 bendungan.

Pelaksanaan TMC yang akan dilaksanakan pada Juni 2024 ini merupakan kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Akibat El Nino, volume tampungan bendungan di Pulau Jawa berkurang sekitar 19 persen atau sebesar 981,5 juta meter kubik air. Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan dari penurunan volume air ini adalah berkurangnya pasokan air untuk irigasi, yang pada gilirannya akan mengurangi luas lahan yang dapat diairi pada musim tanam.

Diharapkan Melalui TMC ini dapat mengatasi defisit volume tampungan dan memastikan ketersediaan air selama Masa Tanam II, sehingga petani tetap bisa panen dan rencana layanan irigasi untuk Masa Tanam III dapat ditingkatkan.

TMC direncanakan dilakukan dengan 1-3 sorti (penerbangan) per hari, menggunakan 800 kilogram (kg) garam food grade dalam setiap penyemaian. Garam food grade digunakan supaya tidak mencemari lingkungan.

Sejalan dengan pernyataan Menteri PUPR, Direktur Bina Operasi dan Pemeriharaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Alam (SDA) Adek Rizaldi bahwa TMC ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dari perubahan iklim yang memengaruhi sumber daya air.

“TMC merupakan upaya Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air dalam rangka mitigasi dampak musim kemarau yang merupakan bagian dalam pengelolaan sumber daya air,” sebut Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Adek Rizaldi.

Kegiatan TMC telah dilaksanakan sejak tanggal 1-5 Juni 2024 dengan hasil terjadi hujan di sekitar 22 Bendungan dari target 43 Bendungan, yaitu Bendungan Jatiluhur, Kedung Ombo, Wadaslintang, Logung, Gembong, Sanggeh, Cipancuh, Bolang, Banyukuwung, Panohan, Grawang, Randugunting, Gunung Rowo, Gondang Lamongan, Prijetan, Telaga Ngebel, Rancabeureum, Malahayu, Lodan, Cacaban, ⁠Wonorejo dan ⁠Pacal.

Adapun tahapan pelaksanaan TMC meliputi BMKG berperan menyediakan informasi prediksi potensi awan di Pulau Jawa yang berpotensi menimbulkan hujan, Ditjen SDA berperan mengidentifikasi bendungan yang memerlukan tambahan air, BRIN berperan menganalisis kebutuhan bahan penyemaian dan merencanakan penerbangan, dan bersama TNI AU berperan melaksanakan proses penyemaian awan.

Setelah penyemaian, BMKG dan BRIN berperan memantau hasil dan terjadinya hujan lalu Ditjen SDA memonitor curah hujan, tinggi muka air waduk, volume tampungan, inflow, dan outflow selama 24 jam, serta menganalisis tambahan air dan potensi layanan dengan volume efektif terkini;

Di tahap akhir, dilakukan evaluasi pelaksanaan TMC setiap harinya. Tahapan-tahan tesebut dilakukan berulang sampai TMC dinyatakan selesai, jika tidak ada potensi awan, atau bila tampungan waduk sudah mencukupi. she 

You Might Also Like

Fenomena Pernikahan Turun, Perceraian Naik: BP4 Jateng Dituntut jadi Benteng Keluarga
Ujaran Kebencian di Medsos Dominasi Kerawanan Kampanye
ACC Hadir di GIIAS Semarang Tawarkan Bunga Kredit 2,3%
Solusi Monitoring Kualitas Air untuk Petambak Ikan Nila di Sungai Ponggok Raih Best of The Best Anugerah Innovillage 2021
Polda Jateng Bongkar Penimbunan dan Pengoplosan BBM Subsidi Senilai Rp 11,1 Miliar
TAGGED:Atasi El NinoModifikasi Cuaca Dilakukan Guna Isi 43 Bendungan di Pulau Jawa
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?