By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: BPBD Ajak Masyarakat Magelang Antisipasi Kekeringan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BPBD Ajak Masyarakat Magelang Antisipasi Kekeringan

Last updated: 2 September 2024 16:39 16:39
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2024 16:39
Share
Bantuan air bagi warga Magelang. Foto: BPBD Magelang
SHARE

MUNGKID (Jatengdaily.com)– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengajak masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan, yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

“Berkaca pada peristiwa kekeringan pada tahun lalu, beberapa wilayah di Kabupaten Magelang mengalami potensi kekeringan yang cukup tinggi. Untuk itu masyarakat diimbau agar waspada, dan melakukan antisipasi terhadap kondisi tersebut,” ujar Kalakhar BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono ditemui di sela kegiatan droping air ke wilayah Kecamatan Salaman, Senin (2/9/2024) dilansir dari laman humas prov jateng.

Edi menjelaskan, tahun ini masuk pada musim kemarau basah, sehingga dampak kekeringan belum begitu dirasakan. Namun perlu diantisipasi dampak kemarau yang ada, seperti kekeringan.

“Terutama, di daerah yang memiliki potensi tinggi kekeringan seperti Kecamatan Salaman, Borobudur, Pakis dan Grabag,” ungkapnya.
Menurut Edi, BPBD juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), agar desa yang berpotensi mengalami langganan kekeringan, diupayakan bantuan berupa sumur bor.

“Seluruhnya akan kita layani jika ada permintaan droping air bersih. Misalnya sekolah, panti asuhan, pondok pesantren dan sebagainya. Namun yang perlu dicatat kami akan memprioritaskan kepada masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, BPBD juga telah melakukan koordinasi lintas sektoral dengan relawan, LPBD dan FBRB. Di samping itu, menurut Edi, perlu peran penting masyarakat dan pemerintah desa dalam mengantisipasi kekeringan yang terjadi, terutama pada daerah yang menjadi langganan kekeringan.

Edi mengimbau, agar masyarakat proaktif dan dapat menggunakan air dengan baik, menjaga kelestarian alam, atau membuat bak penampung air. “Sebetulnya pemerintah desa yang sering mengalami kekeringan, dapat mengalokasikan anggaran kesiapsiagaan atau anggaran kedaruratan melalui dana desa. Sehingga antara masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah dapat saling sinergi, mengantisipasi dan mengatasi kekeringan yang terjadi,” imbaunya. she

You Might Also Like

Tumbuh 2,5% YoY, Telkom Bukukan Pendapatan Positif Rp75,3 Triliun
Penerbangan Asal Indonesia Belum Diizinkan Masuk Saudi, Ibadah Haji Tertunda
Koiri Merasa Terharu dapat Hadiah Koas Sayembara Rp30 Juta di Ultah ke-30 Marimas
Percantik Kota, Mbak Ita akan Ubah Taman Tegalsari jadi Taman Pasif
Antisipasi Kebakaran Lahan di Dekat Jalan Tol, Polda Jateng Keluarkan Sejumlah Himbauan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?