By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bromat Lebih Bahaya dari BPA, Bisa Picu Kanker
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bromat Lebih Bahaya dari BPA, Bisa Picu Kanker

Last updated: 12 Juni 2024 15:47 15:47
Jatengdaily.com
Published: 12 Juni 2024 15:47
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kandungan Bromat dalam air minum kemasan (AMDK) disebut-sebut lebih berbahaya dari Bisphenol A (BPA). Hal tersebut mengingat Bromat terkandung langsung dalam air kemasan yang diminum. Sedangkan BPA merupakan senyawa yang ada di dalam kemasan pangan.

“Tentu merugikan kesehatan apabila sudah melampaui batas yang diizinkan,” kata Dokter Gizi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Louisa Ariantje Langi di Jakarta belum lama ini.

Dia menjelaskan, gangguan kesehatan akibat mengonsumsi banyak Bromat secara umum adalah masalah pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut dan diare. Sedangkan, sambung dia, apabila dikonsumsi terus menerus dapat menimbulkan gangguan ginjal, gangguan sistem saraf, tuli bahkan kanker.

Sebabnya, dia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan regulasi terkait kandungan Bromat pada label AMDK. Menurutnya, hal itu dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi jelas bahwa AMDK tersebut mengandung senyawa berbahaya dimaksud.

Dia menegaskan bahwa dunia kedokteran ingin agar seluruh produsen menerapkan etika keamanan pangan. Artinya mereka harus menuliskan berapa besar kandungan Bromat dalam setiap produk mereka. “Sehingga masyarakat tidak dibodohi bahwa suatu produk ini aman atau tidak. Dan kalau melebihi batas seharusnya tidak boleh beredar,” katanya.

Peneliti Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Rizka Maria bahwa penelitian mengungkapkan kalau Bromat dapat menimbulkan gangguan sistem saraf pusat, semisal hilangnya reflek dan kelelahan berlebihan, gangguan darah seperti anemia, mual, muntah, nyeri perut, diare, muntah darah dan pembengkakan paru.
“Pada manusia yang mengonsumsi senyawa Bromat sebanyak ribuan kali lebih banyak dibandingkan dengan yang terdapat pada jumlah standar senyawa bromat pada AMDK maka terdapat efek kesehatan yang lebih parah, yaitu gangguan ginjal, gangguan sistem saraf, dan gangguan pendengaran,” katanya.

Rizka mengungkapkan, akumulasi Bromat dapat memicu efek karsinogenik yang mulai terasa atau teramati setelah 10 tahun sampai 20 tahun konsumsi. Namun, kondisi tersebut tergantung pada kadar bromat yang ada dan kesehatan seseorang. she

You Might Also Like

Berbagi Kebahagiaan, Mbak Ita Ajak Anak-anak Panti Asuhan DAIGI Nyate Bareng
Kemkominfo Ajak Anak Muda Papua dan Salatiga Kolaborasi Kreatif untuk Bangsa
Jokowi Imbau Bermasker di Luar Ruangan, Ganjar Minta Masyarakat Harus Patuh
Setor Pajak Rp72 Miliar, SG Raih Penghargaan KPP Pratama
Jateng Siap Sukseskan Peparnas 2024 Yang Berlangsung di Solo
TAGGED:Bisa Picu KankerBromat Lebih Bahaya dari BPA
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?