By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Calon Kepala Daerah Diminta Hindari Politisasi Rumah Ibadah dan Agama
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Calon Kepala Daerah Diminta Hindari Politisasi Rumah Ibadah dan Agama

Last updated: 19 Juli 2024 08:31 08:31
Jatengdaily.com
Published: 19 Juli 2024 09:00
Share
Ilustrasi Pilkada. Foto: dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Indonesia akan menghelat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024. Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki meminta para calon kepala daerah tidak melakukan politisasi rumah ibadah.

“Kami berharap calon-calon kepala daerah tidak melakukan politisasi rumah ibadah ataupun politisasi agama dalam Pilkada, demi mencegah perpecahan di kalangan umat,” ujarnya dilansir dari laman kemenag, Jumat (19/7/2024).

Mengangkat tema ‘Menata Regulasi Kemasjidan untuk Masjid Profesional, Moderat, Berdaya’, Sarasehan dan Lokakarya Nasional BKM ini berlangsung tiga hari, 17-19 Juli 2024. Acara diikuti 400 peserta, perwakilan dari BKM Pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta mitra kemasjidan termasuk Ormas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Unicef, BSI, dan lainnya.

Dikatakan Wamenag, balajar dari kontestasi politik sebelumnya, masjid kerap menjadi sasaran politisasi. Hal semacam itu agar tidak terulang. Sebaliknya, Wamenag minta para calon kepala daerah memasukkan agenda pembinaan kemasjidan dalam rencana program kerja.

“Kami juga berharap, calon-calon kepala daerah yang akan berkontestasi di Pilkada 2024 besok, dapat memasukkan agenda pembinaan kemasjidan dalam rencana program kerjanya kelak,” pintanya.

Wamenag juga menginstruksikan jajaran BKM dari pusat hingga daerah untuk terlibat aktif dalam berbagai isu kemasjidan, dan berfokus pada pentingnya kegiatan ibadat dan non-ibadat berkualitas di masjid, serta tantangan ekstremisme dan politisasi yang kerap menjadi isu laten di lingkungan masjid,

“Tantangan ekstremisme ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita. Untuk itu, saya menginstruksikan kepada jajaran BKM pusat hingga daerah untuk hadir dalam berbagai isu kemasjidan,” pungkas Wamenag. she

You Might Also Like

Satu Karyawan Positif Covid-19, Swalayan Ramai Manyaran Kota Semarang Ditutup Sementara
Pelatihan Caregiver Informal untuk PJP Lansia Sehat
Jumlah Daerah Zona Merah COVID-19 Turun Signifikan
IIEF Meluncurkan TOEFL ITP® Authorized Test Center
Film Jokotole Mendapat Dukungan dari Bupati Bangkalan
TAGGED:Calon Kepala DaerahPilkada 2024Politisasi Rumah Ibadah dan Agama
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?