By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Ditemukan Tren Narapidana Narkotika Terpapar Terorisme
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ditemukan Tren Narapidana Narkotika Terpapar Terorisme

Last updated: 24 April 2024 06:43 06:43
Jatengdaily.com
Published: 24 April 2024 06:43
Share
Ilustrasi tahanan.
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Pelaksana Tugas Direktur Pengamanan dan Intelijen Kementerian Hukum dan HAM Erwedi Supriyatno mengungkapkan saat ini ada tren narapidana narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan, yang terindikasi terpapar terorisme.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaku kasus penyalahgunaan narkoba sudah bisa dipengaruhi ke arah terorisme, sehingga fenomena tersebut merupakan hal yang harus diwaspadai.

“Khususnya pelaku narkoba ternyata juga diklasifikasikan ada yang terpapar kasus terorisme, ini yang tentu akan mengkhawatirkan,” ujar Plt. Direktur Erwedi, dilansir dari laman humas Polri, Rabu (24/4/2024).

Menurut ia, saat ini ada sebanyak 135.823 orang yang mendekam di lapas se-Indonesia, terdiri atas 21.198 orang tahanan dan 114.625 orang narapidana. Khusus narapidana yang terjerat kasus terorisme, tercatat sebanyak 400 orang di lapas se-Indonesia.

“Kami petugas lapas yang harus menghadapi bukan hanya kasus narkoba, ada tindak pidana umum lain dan terorisme,” ungkap Plt. Direktur Erwedi.

Selain itu, ia juga tidak menampik bahwa saat ini lapas masih menjadi salah satu tempat pengendalian narkoba. Para narapidana kasus narkoba yang sedang mendekam di penjara lebih menguasai jaringan yang ada di luar.

Ia mengatakan penyebab narapidana kasus narkoba yang dipenjara masih memiliki alat komunikasi karena kondisi lapas yang jumlah penghuninya melebihi kapasitas tampung.

“Itu yang kami memang kesulitan karena kepadatan yang sangat luar biasa. Seperti di Lapas Medan, isinya 3.000 orang, sementara petugas yang menjaga dalam satu hari hanya 24 orang, tentu tidak optimal,” terang Plt. Direktur Erwedi. she 

You Might Also Like

Kodim 0716/Demak Ziarah di TMP Cahya Ratna Bintarum
Pemerintah Sebut Blokir Rekening Bank untuk Transaksi Judol
Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terdampak Banjir, Petani Bisa Ajukan Asuransi Gagal Panen
KAI Wisata Hadirkan Lawang Sewu Romantic Moments of The Year, Digelar sampai 5 Januari 2025
Dilepas Ratusan Pelayat, Pebulutangkis Kido Dikebumikan Satu Liang Dengan Sang Ayah
TAGGED:Narapidana Narkotika Terpapar Terorisme
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?