SEMARANG (Jatengdaily.com) – Para kontestan yang akan berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada November mendatang diimbau agar tidak menggunakan isu perbedaan agama untuk meraih dukungan suara dari masyarakat. Imbauan ini disampaikan para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, Senin (29/07).
Ketua FKUB Jateng Prof Dr KH Imam Yahya M.Ag mengatakan, imbauan agar tidak mengeksploitasi isu perbedaan agama dan cara memahami ajaran agama dalam pilkada juga akan disampaikan kepada tim sukses,pendukung dan partai politik pengusung pasangan calon kepala daerah.
“Penggunaan isu-isu yang mempertentangkan agama untuk menambang suara masyarakat dalam pilkada berpotensi menimbulkan perpecahan dan mengganggu kerukunan, kenyamanan dan perdamaian yang sudah terwujud di masyarakat,” kata Prof Imam di Semarang.
Prof Imam mengatakan hal itu saat silaturahim pengurus FKUB Jateng dengan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Dr KH Ahmad Darodji, M.Si di aula Gedung KHMA Sahal Mahfudh, kantor MUI Jateng, komplek Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Simpanglima Semarang, Senin (29/7).
Menurutnya, jika keretakan kerukunan masyarakat yang berpangkal dari isu-isu agama itu sampai terjadi maka akan sangat sulit untuk mengembalikan konduktivitasnya, karena itu jauh-jauh hari sebelum ditetapkannya bakal calon kepala daerah, FKUB mengingatkan agar semuanya jangan bermain api, termasuk menggunakan isu perbedaan agama dalam pilkada.
Selain kepada MUI Jateng, lanjutnya FKUB juga akan bersilaturahim kepada Forkompimda Jateng, Kepala Kanwil Kemenag Jateng dan pimpinan majlis-majlis agama serta tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan pilkada damai ini.
Dia menambahkan, kepada masyarakat diminta untuk menggunakan hak suaranya dengan baik dalam pilkada untuk memilih pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota se-Jateng serta gubernur/wakil gubernur Jateng yang sebentar lagi akan digelar.
Hak suara, ujarnya, jangan sampai dihanguskan atau tidak digunakan dalam pesta demokrasi yang menempatkan suara masyarakat sebagai penentu lahirnya paslon kepala daerah terpilih ini.
Ketua umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji, MSi mendukung upaya-upaya yang dilakukan pengurus FKUB Jateng dalam memelihara kerukunan umat beragama selama menjelang, pelaksanaan dan pascapilkada 2024.
“Pesan dan harapan untuk tidak menjadikan isu perbedaan agama sebagai komoditas untuk mengeksploitasi dukungan suara dalam pilkada harus terus didengungkan, jangan sampai masyarakat terbelah hanya karena isu perbedaan agama dalam pilkada,” tuturnya. St
0



