DEMAK (Jatengdaily.com) – Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GIBS) tahun 2024 tingkat Kabupaten Demak dilaksanakan di MTs Negeri 5 Demak, Selasa (20/08/2024). Acara Dinas Kesehatan Kabupaten Demak yg dilaunching Bupati dr Hj Eisti’anah SE itu berlangsung seru, utamanya saat acara dialog dengan siswa.
Secara bergantian, Bupati Eisti’anah menanyai siswa dan siswi yang berani tampil di atas panggung. Mulai dari nama, kelas, serta alasan bersekolah di MTs yang beralamat di Jalan Raya Desa Tridonorejo Kecamatan Bonang tersebut. Hingga makanan kegemaran mereka.
“Nama saya Dani, kelas IX B. Saya paling tidak suka makan ikan dan sayur. Tapi kalau ayam goreng atau tempe, saya mau makan,” ungkap salah seorang di antaranya.
Pendapat senada diungkapkan Febrianti, siswi kelas VIII D, yang mengaku jarang jajan namun selalu sarapan sebelum berangkat sekolah. Sama halnya Dani, dia pun lebih memilih makan telur dan nasi goreng daripada mengonsumsi sayuran.
Mengetahui banyak di antara 865 murid di MTs Negeri 5 Demak itu tidak menyukai sayur dan ikan, Bupati Eisti’anah pun spontan mengajak mereka gemar makan ikan dan sayuran. Terlebih dua jenis makanan tersebut kaya akan zat besi dan mineral, yang sangat baik untuk mengatasi anemia.
“Anemi itu kondisi tubuh dengan HB rendah atau sering disebut kurang darah. Biasanya hal ini terjadi pada pelajar putri, utamanya yang sudah mengalami menstruasi. Jika tidak segera ditangani, akan berpengaruh pada prestasi belajar. Karena mereka yang anemi seringkali merasa lesu, kurang bergairah, dan gampang sakit,” urai bupati, yang juga dokter umum itu.
Maka itu selain diawali senam dan sarapan bersama, GABS yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dr H Ali Maimun MKes, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak H Haris Wahyudi Ridwan AP MSI, Kepala Kantor Kemenag Demak H Afief Mundzir MSI, serta jajaran Muspika Bonang itu juga diadakan minum tablet tambah darah (TTD) bagi semua murid perempuan.
Sebab dengan rutin mengonsumsi TTD, minimal seminggu sekali dan setiap hari saat mentruasi, para remaja putri calon ibu di kemudian hari itu bisa terhindar dari anemi. Tentunya dengan ditambah makanan bergizi seimbang.
“Ketika calon ibu ini sehat tubuhnya dan berkualitas SDMnya, Insya’Allah akan terlahir generasi yang cerdas dan berkualitas pula, serta terhindar dari stunting,” tandas Bupati Eisti’anah. rie-she


