JEPARA (Jatengdaily.com) – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Jepara tahun ini dipusatkan di alun-alun kabupaten dengan acara gelar karya dan pentas seni pendidikan selama tiga hari, dari 21-23 Mei 2024.
Acara ini menampilkan berbagai pentas seni oleh para siswa dan guru, serta menyediakan stand-stand bagi sekolah dan madrasah di Bumi Kartini untuk memamerkan karya mereka kepada masyarakat luas.
Di antara sekian banyak stand, milik MTs Sadamiyyah menampilkan karya-karya inovatif bertema “Kembali ke Alam untuk Hidup Berkelanjutan.”
Stan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Ketua LP Ma”arif NU, Kepala Kemenag, Bupati Jepara, hingga Bupati Kendal, dan turis dari Kenya.
Sebagai perwakilan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (KKMTS NU) Jepara, MTs Sadamiyyah menunjukkan bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal dapat memberikan dampak positif yang luas.
Siswa-siswa MTs Sadamiyyah memamerkan kerajinan tangan dari bahan daur ulang, seperti tas dan hiasan dinding, serta jamu dan olahan makanan tradisional. Karya ini menginspirasi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola sampah dan mempraktikkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Kepala Kemenag Jepara, H. Moh Akhsan Muhyiddin, MM, mengapresiasi integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum. Sementara Pj. Bupati Jepara memuji upaya madrasah dalam melestarikan budaya dan lingkungan.
Acara ini juga menarik perhatian Bupati Kendal Dico M. Ganiduto dan turis dari Kenya yang secara kebetulan datang di Jepara dan menyempatkan diri mengunjungi stand gelar karya siswa. Mereka menyampaikan rasa kagumnya dengan kreativitas dan dedikasi siswa.
Gelar karya siswa MTs Sadamiyyah dalam peringatan Hardiknas di alun-alun Jepara ini tidak hanya menampilkan hasil belajar siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan kecintaan terhadap lingkungan.
“Semoga semangat untuk kembali ke alam dan hidup berkelanjutan terus menyebar dan menginspirasi generasi yang peduli lingkungan,”.St


