By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Guru adalah Dai Sejuta Umat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Guru adalah Dai Sejuta Umat

Last updated: 25 Juli 2024 08:13 08:13
Jatengdaily.com
Published: 25 Juli 2024 08:13
Share
Kepala sekolah dan sejumlah pengajar SD Hidayatullah 02 Semarang bergambar bersama dengan narasumber.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Guru adalah dai sejuta umat. Jadikan sosial media sebagai medan dakwah, dakwah bil-tiktok, Instagram, google, dan lain-lain. Dengan satu kata, “berani”. Guru berani memberikan inspirasinya dengan mewujudkan pembelajaran literasi dan numerasi di luar kelas. Sebagai sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam diri anak.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala SD Negeri Tugurejo 2, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Nur Rakhmat, M.Pd. ketika menyampaikan ceramah “Optimalisasi Sumber Daya dan Budaya Positif Sekolah” di SD Islam Hidayatullah 02 Semarang, belum lama ini.

Kepala SD Islam Hidayatullah 02 Semaran Kambali menyatakan rasa syukurnya dapat menghadirkan Nur Rakhmat yang merupakan salah satu pengajar praktik sekaligus dan fasilitator Pendidikan Guru Penggerak BBGP Jawa Tengah di Kota Semarang.

Sebelumnya, acara dimulai dengan prolog dari Kepala SD Islam Hidayatullah, yang dilanjutkan tahfiz dengan murajaah surah Al-Alaq oleh Ustaz Adhit.

Dalam sesi diskusi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya. Sesekali Nur Rakhmat meminta untuk diadakan ice breaking. Selain untuk menghilangkan kantuk, juga untuk refresh, supaya tidak terlalu tegang. Beberapa guru menjelaskan kegiatan sekolah, sarana-prasarana bahkan anggaran sekolah disampaikan. Ada yang menjelaskan secara rinci kegiatan sekolah, di dalam maupaun di luar sekolah, seperti kunjungan ke Planetarium, Bank Indonesia, Perpusda, dan lain sebagainya.

Namun, setelah seluruhnya menyampaikan hasil diskusi, Nur Rakhmat justru memberikan tanggapan, dengan menyampaikan pertanyaan: “Kenapa nggak siswa SD Islam Hidayatullah 02 masuk rumah sakit?” Seluruh peserta pun tercengang.

Ternyata, yang dimaksud adalah siswa SD Islam Hidayatullah 02 agar datang ke rumah sakit untuk belajar. Kebetulan terdapat rumah sakit yang memang lokasinya berada di depan sekolah.

“Kenapa harus jauh-jauh mencari objek kunjungan belajar, sedangkan di depan sekolah saja ada objek yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.St

You Might Also Like

Satgas Yonif 410/Alugoro Bawa Misi Jaga Kedaulatan Perbatasan RI-PNG
Pulang dari Cina, Mahasiswa Labib Dinyatakan Bebas Corona
Buah Kerja Keras, PSIS Kalahkan Dewa United
Tukang Ojek Wisata Religi Demak Diedukasi Safety Riding
Jaring Pemilih Pemula, PPK dan PPS di Demak Sosialisasi Cek DPT Online di Sekolah
TAGGED:Dai Sejuta UmatGuru adalah Dai
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?