By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hemat Energi dan Air Jangan Sekadar Slogan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hemat Energi dan Air Jangan Sekadar Slogan

Last updated: 13 Mei 2024 16:16 16:16
Jatengdaily.com
Published: 13 Mei 2024 16:16
Share
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah saat memaparkan materi pentingnya menjadikan aksi hemat energi dan air sebagai gaya hidup dan kultur. Turut hadir sebagai narasumber Nanang Wibowo Biro Isda Setda Provinsi Jateng. Foto: sari
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)- Semakin tuanya bumi yang tak sebanding dengan penambahan jumlah penduduk yang jauh berlipat-lipat, menjadikan upaya penghematan energi dan air menjadi wajib hukumnya. Namun hemat energi dan air tak cukup sekadar slogan. Melainkan harus menjadikannya kultur yang tertanam sejak usia dini, di samping berinovasi menciptakan energi-energi terbarukan.

Pada Sosialisasi Hemat Energi dan Air oleh Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Demak, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menyampaikan, hemat energi adalah hal yang sebenarnya simpel tapi berefek besar pada lingkungan dan kondisi bumi pada umumnya. Sehingga butuh komitmen dan kesadaran menjaga SDA.

“Semakin tuanya usia bumi kita dan semakin banyak kebutuhan masyarakatnya, maka harus ada pembaruan di samping menjaga kelestarian lingkungan. Jika tidak pandai-pandai melestarikan, akan semakin parah,” kata bupati, didampingi Plt Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Demak H Arief Sudaryanto, Senin (13/05/2024).

Terlebih kondisi Kabupaten Demak saat ini, khususnya di daerah pesisir sungguh memprihatinkan. Jika 2-3 dekade lalu sepanjang pesisir masih banyak sawah maupun tambak yang menghasilkan. Namun saat ini seiring adanya global warming dan penurunan permukaan tanah menjadikan rob meninggi.

“Namun begitu tidak perlu saling menyalahkan, tapi cukup introspeksi diri. Karena rob saat ini merupakan akumulatif belasan ahun terakhir. Sehingga perlu berusaha bersama,” kata bupati.

Karena upaya memelihara lingkungan, menurut bupati, tidak hanya tugas pemerintah. Namun perlu keterlibatan masyarakat pula. Termasuk jajaran pendidikan, yang bisa melanjutkannya ke anak didik yang notabene calon penerus bangsa.

“Namun lebih penting lagi, hemat energi dan air hendaknya jangan hanya sebagai slogan. Tapi harus ditindaklanjuti dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai gaya hidup. Bahkan ditumbuhkan sebagai kultur sejak usia dini,” tandas bupati. rie-she

You Might Also Like

Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Patut Ditiru oleh Pemprov Banten
Kasus Sembuh COVID-19 Indonesia di Atas Rata-rata Dunia
RSI Sultan Agung dan Kemenkumham Siap Berkolaborasi di Bidang Kesehatan
Jalan Pintas Batas Kota Singaraja-Mengwitani di Bali Diresmikan
Produksi Gula Nasional Masih Rendah, Presiden Instruksikan Persiapkan Kebutuhannya
TAGGED:Bupati Demak dr Hj Eisti'anahHemat Energi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?