in

Komisi B Minta Operasional TPI Lohgending Perlu Dioptimalkan

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Komisi B DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lohgending, Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (31/1/2024). Rombongan Komisi B diterima Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng Kurniawan Prio Anggoro dan Yuni Asih selaku Kepala Bidang Tangkap DLHKP Kabupaten Kebumen.

Dalam pertemuan itu Komisi B banyak mengutarakan sejumlah hal. Seperti dilontarkan Ketua Komisi B Sarno menyoroti perihal legalitas lahan TPI. Selama ini TPI Lohgending belum memiliki sertifikat, hal itu bisa bermasaslah di kemudian hari.

“ Terkait dengan hak Milik Tanah/ Sertifikat TPI Kebumen ini, kami mengharapkan segera diusahakan supaya di kemudian hari tidak mempunyai permasalahan karena seringnya terjadi perebutan lahan serta harus ada pengelola dari kabupaten/Provinsi yang harus melakukan sewa tanah, dan sewa pelabuhan karena belum ada hak miliknya bisa dianggap ilegal. Tujuannya kami dari komisi B DPRD Jateng ingin mendorong proses pembangunan dengan nyaman, ’’ kata Sarno.

Ketua Komisi B Sarno bersama DKP Jateng pertemuan di TPI Lohgending, Kebumen.Foto:dok

Sementara anggota Komisi B lainnya Sholeha berharap dari pengelolaan lelang ikan di TPI Lohgending ini harus meningkat, Pemerintah Provinsi harus selalu mendorong para nelayan untuk tidak lupa dengan keamanan (safety) karena akhir-akhir ini musimnya gelombang tinggi dan cuaca yang tidak bersahabat, karena keselamatan itu nomor utama untuk para nelayan.

Yuni Asih menjelaskan jumlah nelayan sebanyak 2.984 orang (data hasil migrasi KUSUKA per 30 Januari 2024), jumlah perahu sebanyak 834 unit. Terkait dengan eksesibilitas antara kabupaten dan provinsi dari infrastruktur yang ada, Lohgending sudah sangat bersinergi.

Produksi Perikanan Tangkap tahun 2021 dengan nilai produksi Rp 93 miliar, tahun 2022 (Rp 48 miliar), 2023 (Rp 76 miliar). Ikan yang dominan ditangkap ada layur, bawal putih, tengiri, udang dan juga ubur-ubur secara musiman. Sedangkan PAD dari TPI tahun 2021 adalah Rp 1.738 juta, (2022) Rp 893 juta dan (2023) Rp 1.438 juta. Terkait dengan produksi tahun 2022 menurun drastis karena terkait penurunan ini diakibatkan tidak seimbang kadar garam di laut yang menurun drastis sehingga ikan-ikan itu bermigrasi. Anf-St

Written by Jatengdaily.com

Polda Metro Segera Lengkapi Berkas Firli Bahuri

Fasilitas Sulih Bahasa Isyarat dari Kominfo di Debat Capres 2024 Bantu Teman Tuli