By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Komisi B Minta Operasional TPI Lohgending Perlu Dioptimalkan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Komisi B Minta Operasional TPI Lohgending Perlu Dioptimalkan

Last updated: 8 Februari 2024 09:24 09:24
Jatengdaily.com
Published: 5 Februari 2024 09:20
Share
SHARE

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Komisi B DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lohgending, Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (31/1/2024). Rombongan Komisi B diterima Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng Kurniawan Prio Anggoro dan Yuni Asih selaku Kepala Bidang Tangkap DLHKP Kabupaten Kebumen.

Dalam pertemuan itu Komisi B banyak mengutarakan sejumlah hal. Seperti dilontarkan Ketua Komisi B Sarno menyoroti perihal legalitas lahan TPI. Selama ini TPI Lohgending belum memiliki sertifikat, hal itu bisa bermasaslah di kemudian hari.

“ Terkait dengan hak Milik Tanah/ Sertifikat TPI Kebumen ini, kami mengharapkan segera diusahakan supaya di kemudian hari tidak mempunyai permasalahan karena seringnya terjadi perebutan lahan serta harus ada pengelola dari kabupaten/Provinsi yang harus melakukan sewa tanah, dan sewa pelabuhan karena belum ada hak miliknya bisa dianggap ilegal. Tujuannya kami dari komisi B DPRD Jateng ingin mendorong proses pembangunan dengan nyaman, ’’ kata Sarno.

Ketua Komisi B Sarno bersama DKP Jateng pertemuan di TPI Lohgending, Kebumen.Foto:dok

Sementara anggota Komisi B lainnya Sholeha berharap dari pengelolaan lelang ikan di TPI Lohgending ini harus meningkat, Pemerintah Provinsi harus selalu mendorong para nelayan untuk tidak lupa dengan keamanan (safety) karena akhir-akhir ini musimnya gelombang tinggi dan cuaca yang tidak bersahabat, karena keselamatan itu nomor utama untuk para nelayan.

Yuni Asih menjelaskan jumlah nelayan sebanyak 2.984 orang (data hasil migrasi KUSUKA per 30 Januari 2024), jumlah perahu sebanyak 834 unit. Terkait dengan eksesibilitas antara kabupaten dan provinsi dari infrastruktur yang ada, Lohgending sudah sangat bersinergi.

Produksi Perikanan Tangkap tahun 2021 dengan nilai produksi Rp 93 miliar, tahun 2022 (Rp 48 miliar), 2023 (Rp 76 miliar). Ikan yang dominan ditangkap ada layur, bawal putih, tengiri, udang dan juga ubur-ubur secara musiman. Sedangkan PAD dari TPI tahun 2021 adalah Rp 1.738 juta, (2022) Rp 893 juta dan (2023) Rp 1.438 juta. Terkait dengan produksi tahun 2022 menurun drastis karena terkait penurunan ini diakibatkan tidak seimbang kadar garam di laut yang menurun drastis sehingga ikan-ikan itu bermigrasi. Anf-St

You Might Also Like

Kolaborasi Telkom dan UMY Lahirkan 113.000 Talenta AI, dari Kampus Menuju Masa Depan Digital Indonesia
Aset Mangkrak Milik Pemprov Jateng Butuh Perhatian & Pengelolaan Lagi
Dirlantas Polda Jateng Ajak Kreator Bikin Konten Keselamatan Berkendara di YouTube
Songsong Hari Santri, 35 Ulama MAJT Ziarah ke Pendiri NU
Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Babadan 1 Kembali Mengungsi
TAGGED:Komisi B DPRD JatengMinta Operasional TPI LohgendingPerlu Dioptimalkan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?