in

Life Skill Daarun Najaah Bergerak untuk Meluruskan Kiblat

Sebanyak 250 santri Life Skill Daarun Najaah berkumpul untuk melaksanakan pengukuran kiblat secara serentak.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Memperingati rashdul kiblat secara nasional yang jatuh pada 27 Mei 2024, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar acara Hari Sejuta Kiblat.

Tepat pada pukul 16.18 WIB, masyarakat di seluruh Indonesia diajak mengukur ulang arah kiblat menggunakan bayangan matahari. Pada waktu tersebut, matahari berada tepat di atas Ka’bah di Makkah, sehingga bayangan yang dihasilkan akan mengarah ke kiblat.

Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebanyak 250 santri berkumpul untuk melaksanakan pengukuran kiblat secara serentak.

“Pesantren kami memang fokus pada kajian falak, baik secara teoritis maupun praktis mereka dari jenjang S1 maupun S2,” ungkap Prof. Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag., Pengasuh Pesantren Life Skill Daarun Najaah sekaligus Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia.

Prof. Ahmad Izzuddin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Kementerian Agama yang menjadikan rashdul kiblat sebagai perayaan nasional.

“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini dengan menggerakkan 250 santri kami untuk serentak mengukur kiblat pada sore ini,” tambahnya.

M. Nuril Fathoni Hamas, pemandu rashdul kiblat di pesantren tersebut, menjelaskan bahwa untuk mengukur akurasi bayangan hanya diperlukan tempat yang datar dan benda tegak lurus atau benang yang digantungkan.

“Kali ini kami menggunakan theodolit, mizwala, dan paku,” jelasnya.

Nur Imani Surur, salah satu santri S2, menyampaikan kesan dan harapannya. “Momen rashdul kiblat sangat penting dalam mengalibrasi arah kiblat guna menyempurnakan dan memantabkan hati bahwa arah kiblat sholat benar-benar menghadap Ka’bah,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Saffanah, Putri Kasubdit Hisab Rukyat Kemenag RI, mengatakan, “Alhamdulillah, 27 Mei 2024 dalam Hari Sejuta Kiblat ini merupakan bentuk implementasi kita sebagai umat Islam untuk mengedukasi masyarakat bahwa dengan mudah bayangan Matahari pun bisa dijadikan metode penentu arah kiblat.

Dia menambahkan, dengan adanya peristiwa ini juga dapat memudahkan teman-teman saya yang bukan dari jurusan ilmu falak untuk mengetahui arah kiblat.”

Pemandu rashdul kiblat lainnya, Moh. Fadllur Rohman, juga mengapresiasi kegiatan ini.

“Menurut saya, kegiatan positif harus dilakukan secara bersama. Sederhana tetapi berlandaskan dasar ilmiah yang kuat. Lebih mengenalkan ilmu falak lebih luas kepada masyarakat,” tandasnya.

Acara rashdul kiblat ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran praktis bagi para santri, tetapi juga memperkuat keyakinan mereka dalam menjalankan ibadah sehari-hari.St

Written by Jatengdaily.com

Pemkot Semarang Masuk 10 Kota dengan Indeks SPBE Tertinggi

Suhu di Mekkah Tembus 42 Derajat Celcius