By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: LPHI Merasa Prihatin, Menjelang Pemilu Masyarakat Semakin Terpolarisasi
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

LPHI Merasa Prihatin, Menjelang Pemilu Masyarakat Semakin Terpolarisasi

Last updated: 3 Januari 2024 21:29 21:29
Jatengdaily.com
Published: 3 Januari 2024 21:29
Share
Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Lembaga Peduli Hukum Indonesia (LPHI) DKI Jakarta, Machfud Fauzi foto bersama partner. Foto:dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Lembaga Peduli Hukum Indonesia (LPHI) DKI Jakarta, Machfud Fauzi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi psikologis kemasyarakatan menjelang Pemilu 2024 ini.

Dalam pengamatannya, Dedy (panggilan akrab sehari- hari Machfud Fauzi) merasa semakin mendekati hari H pencoblosan, suasana kebatinan antarmasyarakat kian memanas. Saling serang untuk meyakinkan jago masing- masing. Saling curiga mencurigai, bahkan semakin meningkat intensitasnya.

“ Ironisnya, ini terjadi bukan hanya di kalangan elit politik atau peserta pemilu dan timnya saja, tetapi sudah sampai merambah grass root,” ujarnya.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus para pengelola dan pemimpin negara ini. Jangan biarkan masyarakat semakin terpolarisasi. “ Polarisasi ini tidak boleh dibiarkan. Harus segera disatukan dan direkatkan kembali, “ tegasnya ketika dihubungi di Jakarta, Senin, 2 Januari 2024.

Jaga Netralitas

Salah satu faktor penyebab ketidakharmonisan masyarakat ini, menurut Dedy adalah kian seringnya bergaung issu ketidaknetralan pemerintah dan institusi penyelenggara negara. Sebagian peserta pemilu dan juga masyarakat umum merasa adanya ketidakadilan. Pemerintah melalui aparaturnya dicurigai berlaku tidak netral.

“ Kecurigaan ini bukan tanpa sebab. Proses penentuan partai yang lolos sebagai peserta pemilu dan penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang kontraversial, mengundang polemik berkepanjangan,” jelasnya.

Guna menjaga kondusivitas, Dedy yang didampingi Sekretaris DPD LPHI Jakarta, Achmad Zamroni berharap elemen- elemen yang bertanggung jawab, menempatkan diri sesuai tugas pokok dan fungsi ( Tupoksi) masing- masing.

“ Kembalikan kepercayaan rakyat atas institusi yang diberi amanah, dengan melaksanakan tugas sesuai perundang- undangan yang berlaku,” pintanya.

Sebab, lanjutnya, jika masih ada tindakan yang tidak sesuai, pasti akan semakin menurunkan trust ( kepercayaan-Red) rakyat pada pemerintah dan institusi pelaksananya.

“ Deklarasi Pemilu Damai hanya sekadar retorika seremonial belaka dan tak bermanfaat, jika tidak diikuti langkah nyata para penyandang amanah,” tegasnya.

Pihak- pihak yang diduga oleh masyarakat telah, sedang atau akan berbuat kecurangan, harus bisa membuka mata dan hati masyarakat dengan tindakan- tindakan nyata, bukan sekadar retorika. Tunjukkan dengan kinerja yang membuktikan bahwa pemerintah dan semua aparatnya benar- benar telah bertindak netral.

“Laporan dari pihak manapun harus segera ditindaklanjuti dengan sebaik- baiknya. Jangan sampai menimbulkan kesan tebang pilih, memprioritaskan pihak- pihak tertentu dan mengabaikan pihak lainnya,” ungkap Dedy.

Secara khusus, dia juga menyoroti pihak kepolisian yang belakangan diteropong oleh masyarakat. Pihak kepolisian supaya betul- betul mewujudkan netralitas dalam setiap tindakannya. Untuk itu, kepolisian jangan ragu menjalin sinergitas dengan semua pihak, termasuk ormas- ormas.

Harus disadari dan dimaklumi, personil kepolisian terbatas, sehingga mungkin tak mampu memantau dan mengawal serta mengendalikan semua aktivitas masyarakat. Kepolisian butuh partner dari unsur masyarakat untuk membantu sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“ Saya kira jika dibutuhkan, ormas- ormas termasuk kami dari LPHI, siap bersinergi untuk mengamankan dan melancarkan pemilu, sehingga pesta demokrasi tersebut bisa terlaksana suskses, jujur dan adil sebagaimana diamanahkan konstitusi,” tuturnya. St

You Might Also Like

Kelenteng Tien Kok Sie Surakarta Makin Meriah dengan Kehadiran Ganjar
Kaji Mitigasi Longsor di Manyaran Semarang, Ini Rekomendasi Pemprov Jateng
Isra Mikraj Simbol Kegiatan Horisontal dan Vertikal
Peneliti Undip Kembangkan Nutri Sun D3, MPASI Berteknologi Freeze Drying untuk Cegah Stunting dan Pangan Darurat Bencana
Mahasiswa Unissula Fokus KKN di Genuk, Gayamsari dan Pedurungan
TAGGED:LPHI Merasa PrihatinMasyarakat Semakin TerpolarisasiMenjelang Pemilu
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?