SEMARANG ( Jatengdaily.com)– Sebanyak 131 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa Unissula menghadiri seminar bertema “Penguatan Karakter Mahasiswa: Wujudkan Generasi Muda Sehat Mental, Anti Kekerasan, dan Anti Bullying” yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah 6 di Gedung A, Ruang Seminar, Semarang.
Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan program LLDIKTI terkait penanganan kasus kekerasan dan bullying di perguruan tinggi. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan harapan agar melalui seminar ini, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bebas kekerasan dan bullying, serta menjaga kesehatan mental di kampus.
Seminar tersebut dipandu oleh tiga pembicara utama. Dede Suryana, Ketua Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA), mengawali dengan memaparkan konsep kekerasan, dampaknya, dan langkah-langkah penanganan bullying. “Perlakuan baik, baik secara verbal maupun non-verbal, bisa menentukan apakah korban akan trauma atau tidak. Berhati-hatilah dalam berucap atau bertindak, agar tidak menimbulkan dampak fatal di masa mendatang,” pesan Dede.
Nurul Azizah, anggota Satgas PPKS dari Universitas Wahid Hasyim, dan Rizal Maula, Koordinator Merdeka Pelajar RI, turut memperkaya diskusi dengan pengalaman dan wawasan mereka dalam penanganan kasus perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang kondusif.
Salah satu peserta, Thuba Fahmi, mahasiswa Unissula, berharap bahwa materi dari seminar ini dapat diterapkan di kampusnya. “Saya berharap ke depannya bisa diterapkan di lingkungan kampus Unissula, yang menerapkan tagline Bismillah Membangun Generasi Khaira Ummah, menciptakan kampus yang harmonis, anti kekerasan, dan anti bullying,” ujarnya.
Acara ini merupakan bagian dari upaya LLDIKTI Wilayah 6 untuk memperkuat karakter mahasiswa agar lebih peduli pada kesehatan mental serta menghindari perilaku kekerasan dan bullying. she


