DEMAK (Jatengdaily.com)- Laiknya berlian yang berkilau, di usianya yang ke-75 tahun, RSUD Sunan Kalijaga optimis mampu bertranformasi menjadi rumah sakit ‘BERKELAS’. Yakni suatu cerminan dari komitmen terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berkualitas.
Di sela peresmian Masjid Jami’ Raden Sahid yang dirangkai dengan Apel Akbar HUT ke-75 RSUD Sunan Kalijaga, Direktur RSUD Sunan Kalijaga Demak dr Nugraha Aris Kusuma MKes menjelaskan, ‘BERKELAS yang tak lain adalah tagline baru rumah sakit milik Pemkab Demak itu merupakan akronim BERsahabat, KEren, dan berkuaLitAS.
BERsahabat artinya tetap dekat dengan masyarakat. Karena RSUD Sunan Kalijaga adalah rumah sakit nirlaba yang berbasis sosial. Sebagai contoh, menggunakan dana CSR kami membiayai 1.000 orang miskin di Kabupaten Demak yang tidak terdaftar BPJS. Di samping layanan home care gratis, antar jemput pasien tanpa dikenai biaya.
“Selain itu untuk menghindari antrean membludak di bagian farmasi, kami juga ada layanan pengambilan obat sekaligus mengantarkannya ke rumah pasien RSUD tanpa berbayar juga. Sejauh ini rata-rata 20-25 pengantaran obat gratis setiap harinya,” terang dr Aris, Kamis (18/07/2024).
Sedangkan KEren dimaksudkan selalu mengikuti perkembangan teknologi. Tidak ada lagi laporan manual, tapi geser ke digital. Termasuk menggunakan rekam medis elektronik. Sehingga paperless. Sementara yang dimaksud berkuaLitAS adalah selalu aktif ikut serta lomba-lomba inovasi di kabupaten maupun provinsi.
“Sebagaimana arahan Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, inovasi selalu kami lakukan dan Insya’Allah ada perubahan semakin baik dan maju setiap tahunnya. Setelah gedung poli umum lima lantai, tahun ini ada layanan poli-sore dengan dokter spesialis anak, kandungan serta penyakit dalam. Insya’Allah tahun depan secara bertahap akan dibangun gedung rawat inap terpadu tujuh lantai,” paparnya.
Selain sejumlah inovasi tersebut, rumah sakit yang telah empat kali meraih akreditasi paripurna itu kini semakin lengkap dengan keberadaan Masjid Jami’ Raden Sahid. Tak sekadar modern dengan dipasangnya AC untuk kenyamanan dan muat 400 lebih jamaah, bangunan ibadah senilai Rp 1,98 miliar itu juga mengadopsi kearifan lokal.
Selain namanya yang disesuaikan dengan nama RSUD Sunan Kalijaga, menurut dr Aris, bangunan Masjid Jami’ Raden Sahid ini ada filosofinya. Jumlahnya tangganya yang enam dan tiangnya yang lima sesuai rukun iman dan rukun Islam. Begitu pun atapnya susun tiga sebagaimana atap Masjid Agung Demak.
“Sementara untuk menambah estetik, bagian kubah dibentuk seperti blangkon Sunan Kalijaga, dimaksudkan agar senantiasa meneladani sikap Walisanga tersebut. Bahwa sebagai manusia kita wajib selalu mempertebal iman, dengan menunaikan sholat lima waktu tepat waktu, syukur bisa rutin berjamaah. Di samping juga senantiasa mengingat sang pencipta dengan amalan-amalan lain seperti rajin bersedekah,” pungkasnya.
Di sisi lain, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah mengapresiasi inovasi-inovasi pada RSUD Sunan Kalijaga setiap tahunnya. Dengan terus berkerja kreatif, inovatif dan maju optimis target pendapatan BLUD Rp 140 miluar akan tercapai. Bahkan surplus. Sehingga tagline RSUD Sunan Kalijaga ‘BERKELAS’ tidak hanya slogan, namun benar-benar terwujud dalam bentuk pelayanan kesehatan berkualitas. rie-she


