By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mbak Ita Lepas Rombongan Bhikkhu Thudong dari Semarang ke Candi Borobudur
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mbak Ita Lepas Rombongan Bhikkhu Thudong dari Semarang ke Candi Borobudur

Last updated: 16 Mei 2024 12:27 12:27
Jatengdaily.com
Published: 16 Mei 2024 12:20
Share
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melepas rombongan bhikkhu thudong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik, Kamis (16/5/2024). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melepas rombongan bhikkhu thudong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik, Kamis (16/5/2024).

Mbak Ita, sapaan akrabnya mengatakan Kota Semarang menjadi titik awal bhikkhu menjalani ritual thudong menyambut Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 Masehi di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Setidaknya 43 bhikkhu dari empat negara, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia menjalani ritual thudong pada tahun kedua ini. Sebelum ke Candi Borobudur, para bhikkhu melakukan perjalanan melewati Ambarawa, Kabupaten Semarang berlanjut ke Temanggung.

“Tahun lalu saya menerima di Vihara Adi Dharma Semarang, saat ini saya menerima dan melepas di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Pudakpayung, Banyumanik,” kata Mbak Ita seusai melepas puluhan bhikkhu thudong.

Adanya ritual suci Buddha ini menurutnya menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan tersendiri bagi warga Kota Semarang sebagai Tuan Rumah Event Internasional Bhikkhu Thudong tahun 2024.

Kota Semarang memiliki sejarah panjang penyebaran agama Buddha di Indonesia. Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti sendiri merupakan titik mula dengan pertimbangan bahwa di vihara inilah untuk pertama kalinya berdiri Sima pada 1959 silam.

Sima adalah tempat khusus upasampada (pengukuhan) bhikkhu baru. Di Sima inilah untuk pertama kalinya di Tanah Air dilaksanakan upasampada bhikkhu sesudah ratusan tahun rubuhnya Wilwatikta-Majapahit.

“Kita jadi tahu Kota Semarang menjadi jejak agama Buddha kita segera melakukan program-program atau pelaksanaan di sini agar menjadi tempat untuk wisata religi,” ujarnya.

Mbak Ita mengapresiasi seluruh masyarakat Kota Semarang yang menyambut baik kedatangan bhikkhu thudong. Termasuk dari pihak TNI, Polri, umat lintas kepercayaan dan agama serta sejumlah sukarelawan.

Menurutnya penyambutan yang luar biasa ini menunjukkan tingginya toleransi di Ibu Kota Jawa Tengah. Seperti yang dirilis Yayasan Setara bahwa Kota Semarang menduduki peringkat ke lima sebagai daerah tertoleran di Indonesia.

Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera memperbaiki fasilitas keagamaan yang ada di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti. Pasalnya tempat itu dibangun oleh bhikkhu dari 13 negara.

“Sehingga ini harus menjadi program yang lebih baik untuk menjadi satu tujuan para bhikkhu beribadah di sini, termasuk mendorong menjadi agenda tahunan dan diintegrasikan dengan kegiatan lain,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sangha Agung Indonesia Bhikkhu Khemacaro Mahathera mengatakan ritual thudong adalah proses spiritual bhikkhu menjalankan hidup berjalan.

“Berangkat dari sini karena di sini cikal bakal buddhism di Indonesia setelah Indonesia merdeka. Ini sudah dikenal 13 negara, tetapi kami baru menggali empat tahun lalu,” katanya.

“Mereka ingin mengirim pesan bahwa di Indonesia sangat ramah dan mendoakan supaya Indonesia tetap seperti ini, maju dan toleransi di kemudian hari,” ujarnya.

Perlu diketahui, rombongan bhikkhu thudong menginjakkan kakinya di Vihara Buddha Dipa, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (15/5/2024), malam.

Dari Vihara Buddha Dipa para bhikkhu bermalam di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa setelah menyusuri hutan dan menyeberangi Kaligarang sejauh 1 kilometer.St

You Might Also Like

Haji 2021 Batal, Begini Prosedur Pengembalian Setoran Lunas Bipih Reguler
969 WNI Telah Berhasil Dievakuasi dari Sudan
Peduli Pendidikan, SIG Bangun Fasilitas Sekolah di Pasuruan dan Bogor
Dukung Sertifikasi Halal, MAJT akan Menjadi Percontohan Zona Kuliner Halal dan Sehat
ITDRI Festival, Ajang Berkarya Dukung Pengembangan Digital Talent Indonesia  
TAGGED:2.500 Bhikkhu Thudongdari Semarang ke Candi Borobudurdilepas mbak Ita
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?