Mempromosikan Objek Wisata Kasongan

Adnan Ghiffari saat wawancara dengan perajin sekaligus pengusaha gerabah di Kasongan Bantul. Foto:dok
Oleh: Adnan Ghiffar
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota FT Undip, Sekretaris Umum Satupena Kota Semarang
Desa wisata Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata dan merupakan sentra kerajinan gerabah yang paling terkenal di Kelurahan Bangunjiwo, Kapanéwon Kasihan, Kabupaten Bantul.
Sentra kerajinan gerabah Kasongan yang didukung oleh sekitar seribu tenaga kerja, mampu membuat sentra kerajinan ini menjadi komoditas yang dikenal oleh banyak orang di berbagai tempat dan kota-kota besar di Indonesia maupun menjadi komoditas ekspor yang mampu menembus pasar gerabah internasional seperti ke Eropa, Asia dan Amerika.
Desa Wisata Kasongan merupakan bagian dari Desa Bangunjiwo. Sedangkan Desa Bangunjiwo terdiri dari 19 pedukuhan (Pedukuhan Gendeng, Ngentak, Donotirto, Lemahdadi, Salakan, Sambikerep, Petung, Kenalan, Sribitan, Kalirandu, Bangen, Bibis, Jipangan, Kalangan, Kalipucang, Gedongan, Kajen, Tirto dan Sembungan) dan meliputi 144 Rukun Tetangga (RT).
Objek wisata ini tidak jauh dari jalan raya Bantul. Jika kita sudah menemukan perempatan jalan dan ditemukan/ditandai dengan adanya landmark yang berupa gapura (gerbang/gate) diapit dua patung kuda, berarti kita sudah masuk berada di Desa wisata Kasongan.
Di kanan-kiri jalan utama (Jl. Raya Kasongan) secara linear akan kita lihat showroom yang berjajar rapi memajang dan menjual berbagai gerabah dan keramik. Showroom tersebut sebagian besar juga berfungsi sekaligus sebagai tempat rumah tinggal atau yang sering disebut dengan ruko (rumah toko).
Berbagai jenis gerabah keramik yang dijual beraneka ragam, antara lain seperti: genteng, wadah, guci, patung, pigura, perabotan rumah tangga (anglo, cobek, kendi, gentong, dan lain-lain), pot, permainan (topeng maupun celengan) dan berbagai hiasan dengan berbagai motif dan ukuran.
Selain barang-barang kerajinan dari gerabah juga terdapat produk lainnya seperti peralatan untuk peralatan dapur, peralatan interior rumah serta kerajinan miniature alat transportasi, aneka tas rotan, berbagai bentuk patung, souvenir untuk pengantin, bahkan rumah kayu serta hiasan lainnya yang menarik untuk dipajang di rumah.
Karya para perajin disini juga mengikuti trend masa kini, hasil karya yang ditawarkan berupa karya seni pajangan untuk rumah dengan tema minimalis atau Scandinavian kekinian. Karya kerajinan ini juga dapat dipesan sesuai selera pengunjung.
Objek Wisata Kasongan Sempat Berhenti
Saat Pandemi Covid-19, objek wisata Kasongan sempat berhenti terkait kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran wabah virus.
Kebijakan sosialisasi tersebut seperti yang diinfokan oleh Lurah Kasongan Lama, antara lain:
Pertama, seluruh warga harus berdiam diri ditempat tinggalnya, hanya tenaga kesehatan, aparat pemerintah dan tenaga sipil penting lainnya yang diperbolehkan untuk keluar bekerja.
Kedua, warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak menghindari menularnya dan merebaknya wabah Covid-19, yang dibarengi dengan pembagian masker dan hand sanitizer kepada warga.
Ketiga, Tim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kelurahan Kasongan saat Pandemi Covid-19 terus melakukan patroli dan sosialisasi protokol kesehatan di wilayah yang menjadi kewenangannya.
Keempat, Program vaksinasi bagi warga terus dilakukan dan disiapkan di puskesmas terdekat (Puskesmas 1 Kasongan dan Puskesmas II Kasongan).Bagi warga yang belum melakukan vaksinasi diimbau untuk segera mendatangi tempat tersebut.
Kelima, tidak boleh berkerumun, tidak boleh membuat kegiatan umum, kegiatan ibadah yang mengundang banyak orang, tidak boleh melaksanakan pentas seni, pertunjukan, konser musik dan hal lainnya yang membuat semua destinasi wisata, dan hal ini juga berlaku di seluruh Indonesia.
Beberapa kebijakan tersebut berdampak pada pendapatan warga (ekonomi masyarakat), pekerja industri pariwisata maupun ekonomi pemerintah daerah mengalami penurunan penghasilan sangat drastis.
Gerabah Kasongan Mulai Menggeliat lagi
Industri gerabah dan keramik Kasongan kini mulai menggeliat lagi dan mendapat banyak pesanan antara lain pot dan vas bunga.
Hal tersebut tentu terkait erat dengan hobi dari para konsumen yang senang dengan mengoleksi tanaman hias. Meningkatnya tren penghijauan yang berupa tanaman dan Bunga-bunga di halaman rumah berdampak pada meningkatnya permintaan pot dan vas bunga, maka usaha-usaha gerabah dan keramik Kasongan banyak mendapat pesanan.
Menurut perajin dan sekaligus juga sebagai penjual gerabah dan keramik Agus, “permintaan pot dan vas bunga mulai meningkat kembali sejak pasca pandemik covid 19. Hal itu bisa dipastikan bahwa masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu mereka di rumah dengan mengisi kegiatan yang berupa mempercantik halaman rumah mereka dengan menata tanaman dan bunga-bunga agar lebih asri dan sekaligus sebagai bentuk penghijauan di rumah mereka. Tren itu bahkan masih terus berlangsung hingga sampai saat ini. Alhamdulillah, Ini saya barusan ngirim pot dan vas bunga ke Surabaya dan Jakarta”.
“Pembeli sebagian besar datang langsung mengunjungi showroom maupun melihat proses pembuatannya. Setiap harinya, tidak kurang dari 70 orang yang berkunjung ke showroom kami. Ketika akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung biasanya bertambah banyak. Mereka datang secara rombongan dari dalam maupun luar kota, baik dari sekolah, kantor, komunitas ataupun keluarga dengan menggunakan mobil pribadi maupun bus.
Perlu dipacu dan dipromosikan
rekreasi ke objek wisata Desa Wisata Kasongan tidak hanya sekedar melihat berbagai keindahan hasil karya perajin yang juga warga desa, namun juga menjadi rekreasi pendidikan atau wisata edukasi dengan melihat para perajin membuat kerajinan gerabah atau tembikar yang berbentuk suatu perkakas atau barang hasil seni dengan teknologi tradisional dan berbahan baku tanah liat atau lempung yang kemudian dibakar (mengalami proses pembakaran), selanjutnya pada tahap akhir pembuatannya difinishing (sentuhan akhir) dengan pewarnaan (memakai cat) untuk menjadi perkakas atau barang jadi dan siap dipasarkan.
Proses pembuatan gerabah dan tembikar ini dilakukan di rumah-rumah warga yang berada di belakang showroom atau galeri mereka.
Selain itu, beberapa tahun lalu sebelum Covid 19 melanda, di Desa Wisata Kasongan ini juga pernah diselenggarakan Event festival seni Kasongan atau sering disebut dengan Kasongan Art Festival (KAF).
Festival pernah menampilkan karya seniman yang berupa pameran seni rupa menggunakan bambu, karena tanaman/pohon bambu banyak ditemukan tumbuh di wilayah perdesaan.
Saat itu pengunjung dapat menikmati karya-karya seniman dengan menaiki rakit hingga jembatan Kasongan. Festival tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian antara lain: campursari, mocopat, dangdut, jatilan, wayang, langen mondrowanoro, workshop melukis, menganyam dan kegiatan seni lainnya.
Namun saat ini belum diselenggarakan lagi Kasongan Art Festival (KAF). Karena itu pasca pandemik covid-19 ini, Desa Wisata Kasongan perlu dipacu dan dipromosikan lebih giat lagi sebagai objek wisata seni kerajinan dan wisata edukasi kerajinan yang berkesan bagi siapa pun yang mengunjunginya, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.St