in

Mengenang 1.000 Hari Meninggalnya H Noer Halim, Bupati Eisti’anah Ingat Nasihat Ayahandanya untuk ‘Ndandani Demak’

Suasana dzikir tahlil untuk H Noer Halim, ayahanda Bupati Demak dr Hj Eisti'anah.Foto:sarijati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Acara mengenang 1.000 hari meninggalnya H Noer Halim, yang tak lain adalah ayahanda Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, diadakan di kawasan makam keluarga Jalan Lingkar Jogoloyo, Demak, Jumat (29/03/2024).

Meski sempat diguyur hujan deras, namun ratusan tamu terluhat khusuk mengikuti rangkaian dzikir tahlil yang dipimpin KH Ali Subhan AH dan mauidhoh hasanah oleh KH Zaenal Arifin Ma’shoem itu.

Selain puluhan pejabat pemda, tampak di antara tamu undangan adalah Sekda H Akhmad Sugiharto, dan Ketua DPRD Kabupaten Demak HS Fahrudin BS berikut sejumlah anggota dewan. Di samping tentunya para pengusaha jasa konstruksi. Serta sejumlah tokoh alim ulama tentunya.

Bupati Eisti’anah ditemui usai pelaksanaan dzikir tahlil menyampaikan, terimakasih atas semua doa baik yang dipanjatkan untuk Almarhum ayahandanya, H Noer Halim wafat pada 29 Juni 2021. Sama halnya saat pemakaman, rinai hujan yang mewarnai jalannya ‘kirim doa’ 1.000 hari itu diartikan sebagai hujan berkah.

“Saya selalu teringat nasehat almarhum Bapak pada kami anak-anaknya, agar terus ‘ndandani’ Demak. Karena cita-cita dulu adalah membangun Demak lebih baik lagi. Artinya, agar kami melanjutkan pembangunan yang sudah baik, dan terus meningkatkannya sehingga lebih baik lagi,” kata bupati.

Seperti diketahui, almarhum Noer Halim adalah Ketua BPC Gapensi Demak pada masanya. Salah satu upayanya turut membangun Kota Wali adalah ikut serta dalam mengerjakan betonisasi jalan kabupaten.

“Sekarang ini betonisasi jalan kabupaten sudah terlaksana, namun karena tonasenya tidak sesuai maka sudah banyak ruas jalannya yang rusak. Sesuai nasehat Beliau untuk ‘ndandani Demak’ lebih baik lagi, kami akan memperbaiki konstruksi jalan beton tersebut agar semakin baik,” kata bupati.

Jika dulu, lanjutnya, betonisasi jalan dilaksanakan agar tidak jeblok. Seiring perkembangan waktu, akan dibangun lagi jalan beton yang dilengkapi penyangga berupa talud. Di samping juga pengerjaanya akan memperhatikan aliran irigasi.

Untuk itu, menurut bupati, telah dikomunikasikan dengan DinPUTR Kabupaten Demak. Bahkan pemerintah pusat juga terlihat telah mebenahi. Sehingga saat membuat jalan beton dilengkapi talut sebagai penyangga, agar lebih kuat dan tanahnya tidak lagi labil. Begitu pun aliran irigasinya menjadi bagus, dan tidak menggerus jalan.

“Memang pengerjaannya lebih lama, tapi kekuatannya juga akan lebih dan tahan lama,” kata bupati.

Sedangkan mengenai penambalan jalan rusak pasca-banjir, Bupati Eisti’anah menjelaskan, yang penting saat ini adalah tidak berlubang sehingga bisa dilalui arus mudik. Kedepannya, tentu akan dilakukan perbaikan lebih baik lagi yang sifatnya permanen. Tentunya dengan berkoordinasi pemerintah pusat maupun provinsi sesuai kewenangan dan klasifikasi jalan. rie-St

 

 

Written by Jatengdaily.com

Cegah Dugaan Adanya Perang Sarung, Polsek Demak Kota Amankan Puluhan Remaja

Tim Futsal Putra USM Runner Up Turnamen Antaruniversitas Se-Kota Semarang