Oleh: Harimurti SST
Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tegal
Masyarakat sedang mempersiapkan anak-anak untuk masuk kelas baru pada Tahun Ajaran 2024/2025. Persiapan kenaikan kelas adalah hal penting yang harus dilakukan oleh siswa untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan di tingkat berikutnya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil para siswa pada kenaikan ke kelas baru, yaitu; evaluasi diri, tinjau kembali nilai-nilai dan umpan balik dari guru; Identifikasi mata pelajaran atau area yang perlu ditingkatkan.
Kemudian rencana belajar, membuat jadwal belajar yang teratur; tetapkan tujuan belajar jangka pendek dan jangka panjang; bahan belajar, kumpulkan dan atur bahan belajar, buku, catatan, dan materi lainnya, mencari sumber belajar tambahan seperti video tutorial, artikel, atau buku referensi; konsultasi dengan Guru, bicarakan dengan guru mengenai area yang sulit dan minta saran atau bantuan tambahan. minta umpan balik tentang cara memperbaiki metode belajar.
Belajar kelompok, bentuk kelompok belajar dengan teman-teman untuk saling membantu dan memotivasi. diskusikan materi yang sulit dan saling bertukar pengetahuan; Manajemen Waktu, belajar mengatur waktu dengan baik antara belajar, istirahat, dan aktivitas lain, membuat jadwal harian yang mencakup waktu belajar yang cukup; Kesehatan dan Kebugaran, jaga pola makan yang sehat dan istirahat yang cukup., lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran;
Tahap selanjutnya pengembangan diri, ikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diminati untuk mengembangkan keterampilan sosial dan bakat lainnya; Latih keterampilan manajemen stres seperti meditasi atau yoga; Review dan Latihan, lakukan review materi secara berkala. kerjakan latihan soal atau simulasi ujian untuk menguji pemahaman; Motivasi dan Dukungan, tetap termotivasi dengan mengingat tujuan jangka panjang, cari dukungan dari keluarga, teman, dan guru untuk menjaga semangat.
Menjelang kenaikan kelas bagi anak sekolah di Kota Tegal mengalami deflasi 0,15 persen, penyebab deflasi secara umum di Kota Tegal terutama karena deflasi kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 0,19 persen, meskipun seperti kelompok komoditas transportasi dan kelompok komoditas rekreasi, olahraga dan budaya mengalami inflasi tetapi besarnya kalah dengan penurunan harga pada kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.
Sedangkan terjadi inflasi year on year (y-on-y) pada Juni 2024 Kota Tegal sebesar 2,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,47. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh dari sebelas indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan,
minuman dan tembakau sebesar 4,52 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,39 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen; kelompok kesehatan sebesar 8,76 persen; kelompok transportasi sebesar 1,49 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,40 persen; kelompok pendidikan sebesar 4,46 persen; kelompok
penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,66 persen. Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya nilai indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,96 persen.
Secara rinci Inflasi y-on-y yang terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh dari sebelas indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,52 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,39 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen; kelompok kesehatan sebesar 8,76 persen; kelompok transportasi sebesar 1,49 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,40 persen; kelompok pendidikan sebesar 4,46 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,66 persen.
Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya nilai indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,96 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juni 2024, antara lain: beras, tarif Rumah Sakit, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), uang kuliah Akademi/Perguruan Tinggi, cabai merah, gula pasir, uang sekolah SD (Sekolah Dasar), bawang putih, mobil, sepeda motor, bensin, kopi bubuk, tarif dokter umum, Sigaret Putih Mesin (SPM), uang sekolah SMP (Sekolah Menengah Pertama), jeruk, daun bawang, tarif jalan tol, jagung manis dan susu bubuk.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi y-on-y, antara lain: daging ayam ras, telur ayam ras, telepon seluler, tomat, popok bayi sekali pakai/diapers, detergen cair, cabai rawit, buah pir, parfum, pepaya, kemiri, ikan kembung/ikan banyar, ikan lele, sepeda, dan anggur.Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Juni 2024, antara lain: Sigaret Kretek Mesin (SKM), beras, cabai rawit, emas perhiasan, ketimun, mobil, jeruk, cumi-cumi, ikan kembung/ikan banyar, Sigaret Putih Mesin (SPM), dan lada/ merica. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m, antara lain: bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat, minyak goreng, bayam, cabai merah, gula pasir, dan tarif kendaraan roda 4 online.
Pada Juni 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,31 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen; kelompok transportasi sebesar 0,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,26 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi y-on-y, yaitu: Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.
Sebenarnya deflasi menunjukkan terkendalinya harga kebutuhan di Masyarakat, sehingga dengan adanya deflasi yang terjadi di Kota Tegal merupakan kesempatan masyarakat berbelanja kebutuhan yang diperlukan. Jatengdaily.com-st


