By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mulai 2025, Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mulai 2025, Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa

Last updated: 14 Desember 2024 06:56 06:56
Jatengdaily.com
Published: 14 Desember 2024 10:00
Share
Ilustrasi. Foto: pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan jiwa nasional melalui puskesmas secara bertahap, dan menargetkan 50 persen puskesmas dapat menyediakan layanan tersebut pada 2025.

Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes Imran Pambudi mengatakan saat ini baru ada 40 persen puskesmas yang menyediakan layanan kesehatan jiwa. Itu pun tidak merata di Indonesia.

“Jadi, harapannya minimal di satu kawasan kota itu ada lima puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa,” ungkap Direktur Kesehatan Jiwa Imran, dilansir dari laman humas POlri, Sabtu (14/12/2024).

Menurut Direktur Kesehatan Jiwa Imran, setelah target tersebut tercapai pada 2025, kemudian pada 2026 ditargetkan menjadi 70 persen. Dalam mencapai hal itu, katanya, ada sejumlah tantangan, seperti jumlah psikolog dan psikiater yang sedikit, dan sekitar 60-70 persennya terkonsentrasi di Jakarta.

Bahkan, ada provinsi yang psikolognya hanya satu saja. Sejalan dengan itu, kata Direktur Kesehatan Jiwa Imran, pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas sebanyak sejuta orang agar dapat menjadi penolong pertama (first aider) dalam inisiatif Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP).

“Kalau first aider itu semua kalangan bisa. Asalkan dia diberikan pengetahuan, dapat kemampuan untuk masalah-masalah ini,” ujar Direktur Kesehatan Jiwa Imran.

Layaknya P3K mengatasi masalah medis awal, kata dia, P3LP diharapkan menjadi langkah awal untuk menangani masalah-masalah kesehatan jiwa setiap hari sebelum pasien diberikan pertolongan profesional.

Direktur Kesehatan Jiwa Imran menambahkan, P3LP adalah salah satu dari dua upaya promotif terkait kesehatan jiwa, dan satunya lagi adalah pola pengasuhan yang positif yang perlu dilaksanakan oleh orang tua.

Adapun tantangan kedua adalah ketersediaan obat di puskesmas. “Jadi, ada lima obat yang seharusnya ada di puskesmas, salah satunya adalah haloperidol decanoate. Ini adalah obat untuk skizofrenia tetapi yang long acting,” ujar Direktur Kesehatan Jiwa Imran.

Terkait obat-obatan ini, kata dia, perlu adanya pengadaan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, Kemenkes mengirimkan surat kepada para kepala dinas kesehatan untuk mengalokasikan anggaran untuk ini. she

You Might Also Like

PSIS vs Barito Putera, Duel Pemain Muda
Agung Putra Dirut RSISA Semarang Masa Bakti 2024-2026
Telkom Catat Kinerja 2023 Positif dengan Pendapatan Konsolidasi Rp 149,2 Triliun dan Pertumbuhan Laba Bersih 18,3% YoY
Antisipasi Kepadatan dan Kecelakaan, Polres Demak Giatkan Pengaturan Lalulintas di Pagi Hari
Pemerintah Bahas Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan Tahun 2025
TAGGED:Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?