By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Panen Raya di Jateng Diharapkan Bisa Turunkan Harga Beras
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Panen Raya di Jateng Diharapkan Bisa Turunkan Harga Beras

Last updated: 27 Februari 2024 07:28 07:28
Jatengdaily.com
Published: 27 Februari 2024 08:10
Share
Ilustrasi beras. Foto: Pixabay.com
SHARE

PURWOREJO – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengikuti panen padi bersama petani di Desa Tunjungan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Senin (26/2/2024). Panen bersama di Purworejo tersebut mengawali panen raya di wilayah Provinsi Jawa Tengah, hingga April 2024 mendatang.

Nana menjelaskan, lahan padi di Desa Tunjungan seluas 80 hektare. Lahan yang sudah mulai panen sekitar 30 hektare. Sisanya sekitar 50 hektare akan dipanen secara bertahap sampai awal April 2024.

“Di antara Februari sampai Maret, akan dilaksanakan panen raya,” katanya, seusai panen padi bersama petani.

Secara keseluruhan, kata Nana, total lahan padi di Kabupaten Purworejo yang sudah panen sekitar 51.161 hektare. Sementara, total keseluruhan lahan padi yang akan dipanen di Jawa Tengah, seluas 1,64 juta hektare.

Dimulainya musim panen padi di Jawa Tengah, lanjut dia, diharapkan dapat menambah stok beras. Dengan begitu, harga beras yang saat ini mengalami kenaikkan, dapat berangsur-angsur turun.

Nana membeberkan, harga beras medium di pasaran saat ini berkisar antara Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram, sedangkan harga beras premium sekitar Rp19 ribu per kilogram.

Ditambahkan, pada 2024 ini, capaian kinerja produksi padi Jateng ditargetkan 11,168 juta ton gabah kering giling (GKG). Target itu lebih tinggi dari realisasi tahun lalu, yang hanya sekitar 9,5 juta ton gabah kering giling.

“Jawa Tengah ini lumbung padi. Kita harapkan untuk Jawa Tengah tahun 2024 ini dengan kondisi beras yang ada, dengan hasil panen yang ada, akan aman. Ini saya yakin dengan mulainya panen, akan menurunkan harga beras dan akan mampu menstabilkan kembali inflasi di Jawa Tengah dan Indonesia, karena saya yakin provinsi lain pun akan melaksanakan panen raya,” jelasnya dilansir dari laman humas Prov Jateng, Selasa (27/2/2024).

Dalam kesempatan itu, Nana mengimbau kepada seluruh pemerintah desa dan kabupaten/ kota, untuk menghidupkan lagi lumbung padi atau beras. Hal itu dinilai sangat efektif, untuk menjaga stok beras dan kebutuhan masyarakat pada waktu mendesak. she 

You Might Also Like

Komitmen Terhadap Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, SIG Raih Lima Penghargaan Subroto dari Kementerian ESDM
Vokasi Undip Inisiasi Kerjasama dengan Perusahaan dari Cina HORED
Ujian Praktik SIM C Polres Sragen Pakai Lintasan Baru, Lebih Mudah
Jaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja, PT Semen Gresik Tingkatkan Awareness melalui Genba & SOT di Area Produksi
Buku Penulis Lokal Unjuk Gigi di Pameran Buku
TAGGED:Panen Raya di Jatengturunkan beras
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?