By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pascabencana Banjir, Kesehatan Balita dan Ibu Hamil Masuk Prioritas
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pascabencana Banjir, Kesehatan Balita dan Ibu Hamil Masuk Prioritas

Last updated: 23 Februari 2024 19:15 19:15
Jatengdaily.com
Published: 23 Februari 2024 19:13
Share
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE mendampingi Kepala BKKBN Dr Hc dr Hasto Wardoyo SpOG saat menyerahkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Desa Wonorejo Karanganyar. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kebutuhan gizi harus terpenuhi di masa keemasan (golden age) anak. Sehubungan itu, pascabencana banjir yang sering kali diiringi munculnya penyakit diare, ISPA dan gatal-gatal harus diwasdai, khususnya bagi kesehatan balita dan ibu hamil. Karena diare akut akan berimbas pada terhambatnya pertumbuhan fisik juga perkembangan otak balita.

Kepala BKKBN Dr (Hc) dr Hasto Wardoyo SpOG saat kunjung kerja ke lokasi banjir Karanganyar, Kabupaten Demak menuturkan, banjir sebabkan lingkungan menjadi tidak sehat. Karena pasca-bencana menyisakan masalah kesehatan lingkungan dan sebabkan penyakit, mulai dari diare, batuk pilek atau ISPA, hingga gatal-gatal

Anak-anak, menurutnya, bisa berkurang berat badannya akibat diare. Jika tiga bulan berturut-turut tinggi badan tidak bertambah, potensi stunting.

Baca Juga:Polda Jateng Sita 52 Kg Sabu dan 35 Ribu Butir Ekstasi dari Peredaran Jaringan Jawa – Sumatera

“Maka itu kesehatan anak dan ibu hamil harus dapat perhatian ekstra dan masuk prioritas, saat dan pasca-bencana banjir. Bahkan ASI eksklusif selama enam bulan jadi andalan. Serta disempurnakan sampai dua tahun atau 24 bulan, agar kebutuhan gizi anak selama golden age tercukupi,” terangnya, sembari menyerahkan bantuan berupa beras untuk korban banjir, makanan tambahan dan popok untuk balita, serta sembako untuk penyuluh KB, Jumat (23/02/2024).

Maka itu selain anak sehat, ibu hamil juga harus dijaga kesehatannya agar melahirkan selamat. “Bahkan jangan lupa KB. Agar keluarga sehat, kuat, dan terjamin masa depan,” imbuhnya.

Di sisi lain Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE mengungkapkan, sejak banjir bandang melanda pada 8 Februari, akibat tanggul Sungai Wulan jebilol di dua titik melanda tercatat ada 27.000 KK atau 78 jiwa warga terdampak. “Alhamdulillah bersamaan surutnya banjir, sebagian warga mulai kbali ke rumah masing-masing. Meski ada beberapa masih di pengungsian karena kondisi tempat tinggal yang belum aman untuk didiami,” kata bupati.

Menurut bupati, upaya perbaikan tanggul jebol tengah berlangsung pada tahap penguatan. Tak lupa terimakasih disampaikan pada semua pihak yang telah membantu mulai dari pemerintah pusat, provinsi termasuk Kabupaten Kudus yang telah banyak membantu evakuasi masyarakat korban banjir.

Turut hadir mendampingi bupati, Okt Kepala BPBD Kabupaten Demak HM Agus Nugroho LP, Kepala Dinpermasdes P2KB HbTaufik Rifai, Kepala Dinas Pertanian H Agus Herawan, serta Camat Karanganyar Ungguh Prakoso.

Selain mengerahkan relawan untuk bergotong royong membantu membersihkan limbah banjir agar tercipta lingkungan tempat tinggal yang sehat, upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah bekerjasama perguruan tinggi di Semarang memberikan trauma healing, utamanya anak-anak.

“Selain menyehatkan fisik warga terdampak banjir, utamanya psikis anak juga kami upayakan pulih dan kembali normal melalui trauma healing. Meski tak sedikit di antara warga terdampak banjir pun turut mengalami trauma hingga perlu didampingi, sehubungan lahan persawahan mereka yang puso di saat menjelang panen dengan harga gabah melambung,” kata bupati. rie-st

 

 

You Might Also Like

AdMedika Dukung Pelestarian Seni Budaya Sunda
Puncak Mudik Diprediksi 5 dan 6 April, Arus Baliknya 14 dan 15 April 2024
Kasus Jiwasraya, MAKI Minta Kejagung Cekal 4 Orang
Fantastis, Total Transaksi Semarang Great Sale Capai Rp 353 Miliar
Siswa TK PAUD hingga SMP di Kota Semarang Antusias Kenakan Baju Batik
TAGGED:bencana banjir DemakIbu Hamil Masuk PrioritasKesehatan BalitaPascabencana Banjir
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?