By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkot Semarang Masuk 10 Kota dengan Indeks SPBE Tertinggi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkot Semarang Masuk 10 Kota dengan Indeks SPBE Tertinggi

Last updated: 27 Mei 2024 21:45 21:45
Jatengdaily.com
Published: 27 Mei 2024 21:45
Share
Wali kota menghadiri kegiatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 dan peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berhasil menyabet Digital Government Award SPBE Summit 2024 sebagai satu dari 10 kota yang masuk dalam indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 dan peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5).

Presiden RI Joko Widodo secara langsung membuka kegiatan SPBE Summit 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk mendorong perkembangan layanan digital di setiap instansi pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, pemerintah kota Semarang terus berupaya mendorong digitalisasi di setiap pelayanan. Indikator inilah yang membuat Kota Semarang bisa masuk sebagai kota dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik pada kategori kota.

“Digital Government Award SPBE Summit 2024 kali ini ada 10 besar kota yang masuk dalam indeks SPBE tertinggi, salah satunya kota Semarang,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Soenarto.

Tak hanya tingkat pemerintah kota, ada pula 5 kategori lainnya yakni kategori Kementerian, Kategori Lembaga, Kategori Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan kategori IPPD dengan Indeks SPBE Meningkat Signifikan.

Soenarto menyebut, untuk kategori Kota, Semarang masuk dalam 10 besar, sedangkan untuk yang tertinggi masih dipegang oleh Kota Surabaya. Menurutnya, ada beberapa indikator penilaian dalam Digital Government Award SPBE Summit 2024.

Mulai dari layanan publik berbasis elektronik, layanan administrasi pemerintah berbasis elektronik, Audit TIK, penerapan manajemen SPBE, penyelenggara SPBE, teknologi informasi dan komunikasi, perencanaan strategi SPBE, serta kebijakan internal terkait tata kelola SPBE.

“Penilaiannya dilihat dari seberapa penerapan sistem pemerintah berbasis elektronik mulai dari penguatan sistem informasi, kapabilitas SDM dan beberapa indikator lain. Itu kemudian dinilai dari tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” kata dia.

Dirinya membeberkan program-program Pemkot Semarang yang mendukung penerapan SPBE. Pemkot Semarang telah mengaplikasikan sistem berbasis digitalisasi dan terintegrasi sehingga setiap layanan kepada masyarakat bisa diakses lewat sistem digital.

Meski belum menjadi yang pertama, kata Soenarto, namun Pemerintah Kota Semarang telah berhasil menjadi 10 besar Kota dengan Indeks SPBE tertinggi di antara 98 Kota di Indonesia.

“Prinsip indikator tidak melulu ada pada Diskominfo, namun secara menyeluruh pelayanan di Kota Semarang sudah berbasis elektronik, termasuk Layanan Call Center 112, Sapa Mbak Ita,” bebernya.

Termasuk, kata Soenarto, tingkat kepatuhan dan implementasi aplikasi pusat yang diluncurkan ke daerah. Seperti aplikasi Srikandi untuk surat menyurat, serta SIPD untuk program keuangan, itu juga menjadi indikator penilaian.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemkot Semarang berupaya menerapkan digitalisasi dan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di setiap lini.

“Kita sudah memenuhi standart layanan publik. Bahkan Kota Semarang masuk dalam 10 besar kota dengan Indeks SPBE tertinggi. Sebelumnya tidak masuk, sehingga dengan masuknya Semarang membuat kami dipanggil ke Istana Negara,” ujar Mbak Ita sapaannya.

Menurut Mbak Ita, ini perdana kota Semarang mendapat penghargaan ini dan hanya peringkat 10 besar yang mendapat undangan khusus dari Kemenpan RB di Istana Negara.

“Bapak Presiden Joko Widodo banyak memberikan arahan. Termasuk arahan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat dengan aplikasi dan digitalisasi. Tujuannya ya agar kita melayani, bukan untuk dilayani,” pungkasnya.St

You Might Also Like

Baznas Jateng Gandeng Pemkot Bangun RPHH di Eks-Relokasi Pasar Johar
Dedikasi Penuh untuk Kemajuan Kabupaten Bogor, Siti Chomzah Berkomitmen Memajukan UMKM
Upaya Konservasi Penyu, Mahasiswa KKN-PPM UGM Jadi Ranger di Taman Nasional Meru Betiri
Isi Kuliah Umum Pekan Taaruf di Unissula, Prof Amran Berpesan untuk Hormati Ortu
Hadiri Penyerahan Abon-abon dari Kraton Surakarta di Kasepuhan Kadilangu, Plh Bupati Demak Ajak Nguri-uri Warisan Leluhur
TAGGED:Dengan Indeks SPBE TertinggiMasuk 10 KotaPemkot Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?