Potensi Akibatkan Kecelakaan Lalulintas, Bupati Demak Koordinasikan Penanganan Jalan Berlubang

3 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE didampingi Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaja saat secara simbolis menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Keselamatan Lalulintas Candi 2024, yang dilaksanakan 14 hari mulai 4-17 Maret.Foto:sarijati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Curah hujan tinggi dan genangan banjir yang mulai surut menyebabkan rusaknya sebagian infrastruktur jalan di Kabupaten Demak. Satu nyawa korban bahkan melayang, diduga akibat terperosok lubang jalan saat berkendara sepeda motor.

Di sela Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalulintas Candi 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan di Wilayah Hukum Polres Demak, Bupati dr Hj Eisti’anah SE menuturkan, melalui posko tanggap darurat telah menginventaris infrastruktur yang rusak pasca-banjir. Sehingga selain bangunan rumah warga terdampak banjir, terdata juga beberapa ruas jalan yang rusak. Di samping tentunya tanggul sungai yang amblas, akibat gerusan arus sungai yang meningkat debitnya.

“Malui posko tanggap darurat kami telah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terkait data kebutuhan pasca banjir. Termasuk jalan yang kondisinya rusak akibat banjir,” kata bupati, Sabtu (02/03/2024).

Mengenai penanganannya, menurut bupati, dilakukan dengan cara berbagi tugas dan disesuaikan kewenangan. Karena ada beberapa kriteria ruas jalan di Kabupaten Demak, yakni jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten.

“Untuk jalan nasional telah diusulkan ke kementerian PUPR, sedangkan ruas jalan kabupaten pemeliharaan dilakukan oleh OPD terkait, dalam hal ini DinPUTR,” imbuh bupati.

Mengenai Operasi Keselamatan Lalulintas Candi 2024, saat ini Polri diberikan tugas untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Yakni dengan membangun budaya tertib berlalu lintas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

“Karena hal ini merupakan permasalahan yang kompleks dan tidak bisa ditangani sendiri oleh Polri khususnya Satuan Lalulintas. Maka perlu adanya sinergitas semua stakeholder,” ungkap bupati.

Sehubungan itu Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaja menjelaskan, apel bersama yang dihadiri pula jajaran Forkompimda juga perwakilan pelajar dan komunitas tersebut dimaksudkan mengingatkan segenap elemen masyarakat tentang pentingnya bahu-membahu menjaga ketertiban dan keselamatan berlalulintas.

Maka itu sosialisasi tentang tertib berlalulintas dan mematuhi rambu lalulintas masif dilakukan di sekolah menengah juga komunitas. Sehubugan banyaknya korban ataupun orang-orang terlibat kecelakaan lalulintas, adalah kelompok usia produktif.

“Sementara itu menghadapi bulan Ramadhan, agar berlangsung aman kondusif terkendali, dihimbau kebiasaan menyulut petasan menjelang Lebaran di masyarakat agar ditiadakan. Sebab selain melanggar peraturan perundangan tentang bahan peledak, kegiatan meracik petasan merugikan orang lain. Terlebih jika sampai menelan korban jiwa,” tandas Kapolres Purbaja. rie-St

 

 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.