By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Presiden Minta Kepala BPOM Kontrol Harga, Buntut Harga Obat Mahal
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Presiden Minta Kepala BPOM Kontrol Harga, Buntut Harga Obat Mahal

Jatengdaily.com
Published: 22 Agustus 2024 07:30
Share
Ilustrasi obat. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)– Presiden Joko Widodo memerintahkan Kepala BPOM Taruna Ikrar mengontrol harga obat yang mahal.

Kepala BPOM menyebut, berdasarkan laporan yang diterima Presiden, harga obat di Indonesia ratusan kali lebih mahal dibandingkan negara lain, yakni hingga 400 persen.

“Dibandingkan dengan harga obat yang beredar di negeri kita bisa sampai 400 persen lebih tinggi dibanding di dalam negeri. Oleh karena itu beliau menginstruksikan bagaimana harga obat ini bisa dikontrol,” ungkap Kepala BPOM, dilansir dari laman humas Polri, Kamis (22/8/2024).

Kepala BPOM melanjutkan, Presiden Jokowi ingin harga obat turun, setidaknya mirip dengan harga obat generik. “Atau mirip-mirip dengan harga obat di negara tetangga, misalnya di Malaysia, di Filipina, ataupun di Singapura,” ujar Kepala BPOM.

Ia menekankan, untuk menjalankan perintah Presiden tersebut, BPOM harus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan dirinya berkolaborasi dengan sejumlah kementerian terkait hal ini.

Selain harga obat, Kepala BPOM menambahkan, Presiden juga meminta untuk mengembangkan obat-obat inovasi. Menurutnya, banyak obat dari negara lain yang dibutuhkan Indonesia, namun obat tersebut tidak bisa didatangkan.

“Ini kan bisa berdampak berat kepada masyarakat kita, karena ketika ingin menggunakan obat tersebut harus terbang ke luar negeri. Jadi saya melihat mungkin ada hubungannya dengan kepentingan mafia obat internasional, hubungannya dengan bisnis pelayanan kesehatan internasional,” jelas Kepala BPOM.

“Kita tidak menuduh negara lain tetapi nampaknya seperti itu, tetapi ada hal lain yang membuat obat itu tidak bisa masuk ke kita,” lanjut Kepala BPOM. she

You Might Also Like

Membaca Alquran Banyak Manfaat
Kota Budaya dan Ramah Disabilitas, Solo Sukseskan Peparnas 2024
Ramadan Tenang! Pertamina Gelontorkan 710 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Semarang dan Muria Raya
Iduladha 2024, SIG Bagikan 331 Hewan Kurban di 23 Provinsi
Terganjal Situasi Covid-19, Untag Gelar Seminar Nasional Secara Online
TAGGED:BPOM kontrol hargaHarga Obat Mahalpresiden jokowi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?