By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Seminar Nasional Cegah Kawin Anak, Upaya Multi Stakeholder Wujudkan Generasi Emas
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Seminar Nasional Cegah Kawin Anak, Upaya Multi Stakeholder Wujudkan Generasi Emas

Last updated: 21 September 2024 05:31 05:31
Jatengdaily.com
Published: 21 September 2024 05:31
Share
Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Hotel MG Setos Semarang, pada Kamis (19/9/2024).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Keluarga yang kuat, kokoh dan cerdas akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan negara. Upaya mencegah terjadinya pernikahan dini adalah salah satu yang paling mendasar dalam mewujudkan keluarga yang kuat.

Hal tersebut ditekankan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag RI Prof. Kamarudin Amin, saat membuka Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Hotel MG Setos Semarang, pada Kamis (19/9/2024).

“Ada korelasi antara pernikahan dini dengan angka perceraian, ada korelasi antara pernikahan dini dengan stunting. Sekali lagi keluarga yang tidak siap sangat berpotensi melahirkan sejumlah persolan keluarga yang kemudian menjadi masalah-masalah bangsa, masalah-masalah nasional yang tentu sangat kontra produktif untuk kita menuju negara bangsa yang kuat dan maju, yaitu Indonesia Emas Tahun 2045,” terangnya.

Menurutnya keluarga yang tidak siap juga berpotensi melahirkan kekerasan dalam rumah tangga, bahkan berpotensi memperbanyak kematian ibu dan anak.

Sementara dalam paparannya Kakanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad, menyampaikan salah satu bentuk dukungan Kanwil Kemenag Jateng dalam program penurunan angka perkawinan anak adalah bersinergi dengan Dinas Perempuan dan Anak, Dinas Kesehatan, BKKBN Prov. Jateng dengan bersama mensukseskan program “Jo Kawin Bocah”.

Seminar Nasional Cegah Kawin Anak diselenggarakan oleh Direktorat KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI dengan menghadirkan narasumber yang kompeten diantaranya Technical Advisor Child Protection & Child Rigsts Governance Bagus Yaugo Wicaksono, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti dan Kakanwil Musta’in Ahmad.

Seminar kali ini diikuti 1.000 peserta secara nasional melalui daring, serta 200 peserta secara luring diantaranya Kepala Kankemenag Kab/Kota, Dharma Wanita Persatuan Jateng, Siswa-siswi MA Swasta, MAN 1 dan 2 Kota Semarang yang terlibat secara langsung dengan tanya jawab.St

You Might Also Like

Pertama di Indonesia, PLN Produksi Green Hydrogen 100 Persen dari EBT Kapasitas 51 Ton Per Tahun
Himakom Unissula Berbagi Ceria di Cahaya Shofia
Waspadai, Campak Didominasi Anak di Bawah 5 Tahun & Tingkatkan Resiko Infeksi
Nh. Dini Tokoh Inspiratif bagi Penulis Muda
Polisi Amankan Puluhan Preman di Semarang, Berpotensial Lakukan Tindak Pidana
TAGGED:Seminar Nasional Cegah Kawin AnakUpaya Multi StakeholderWujudkan Generasi Emas
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?