SEMARANG (Jatengdaily.com)-Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan hadir di Unissula Senin (5/2/2024) sore. Anies mengatakan, senang bisa sampai di Unissula.
”Tadi malam selesai debat ke lima capres saya ke Menado, baru sore ini kami sampai di Unissula,” jelasnya saat menyapa hadirin.
Anis mengatakan, sangat senang hadir di Unissula dalam silaturahmi tersebut. Apalagi capres nomer urut 1 ini juga berasal dari kampus. ”Saya ini juga berangkat dari kampus, oleh karena itu saya juga konsen dalam memajukan pendidikan,” jelasnya.
Anis juga mengatakan, jika negara tidak boleh berdagang dengan rakyatnya. Kita tidak boleh berhitung dengan masyarakatnya. Termasuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi. Republik ini punya alam yang dahsyat. ”Jika kekayaan alam negeri ini digunakan untuk membiayai pendidikan hasilnya akan luar biasa,” ungkap Anis Baswedan.
Anis disambut hangat langsung oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH. Juga ketua umum pengurus YBWSA Dr Bambang Tri Bawono SH MH, Ketua pembina YBWSA Drs Ahmad Azhar Combo, Ketua pengawas YBWSA Hasan Toha Putra dan para pejabat lainnya, dosen dan mahasiswa.
Prof Gunarto menyampaikan jika tadi malam kita melihat di debat capres namun alhamdulillah sore ini kita bisa melihat secara langsung Anis Rasyid Baswedan dari dekat karena hadir langsung di Unissula yang merupakan universitas terbaik di Jawa Tengah. ”Diperingkat Webometrics Unissula berada pada peringkat 41 nasional”, ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Prof Gunarto menyampaikan tujuh usulan perbaikan pendidikan tinggi khususnya pentingnya kesetaraan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tujuh usulan tersebut yaitu pertama penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru seleksi nasional PTN dan PTS di jadwalkan bersama-sama dengan penentuan kuota mahasiswa baru berdasarkan akrediatasi institusi (Unggul, Baik Sekali dan Baik)
Kedua, mengalokasikan formasi dan pendistribusian dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di PTN dan PTS dengan jumlah yang sama. Artinya PPPK bukan untuk PTN atau PTS yang dinegrikan saja.
Ketiga, mengalokasikan penerima Beasiswa KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah ) untuk setiap PTN dan PTS harus seimbang . Keempat, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tanah dan bangunan milik PTS serta PBB guru dan dosen.
Kelima, mengalokasikan pemberian hibah Penelitian PTN dan PTS yang seimbang (Matching Fund and Competitive Fund). Keenam, melakukan peningkatan jumlah guru besar non dosen bagi PTN dan PTS yang terakreditasi unggul. Ketujuh memberikan lapangan kerja untuk lulusan PTN dan PTS dengan program padat karya. she
0



