By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Talkshow Kudengar di Radio USM Jaya, Inilah Alasan Gender Beda dengan Kodrat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Talkshow Kudengar di Radio USM Jaya, Inilah Alasan Gender Beda dengan Kodrat

Last updated: 5 Juli 2024 08:18 08:18
Jatengdaily.com
Published: 4 Juli 2024 08:15
Share
Talkshow yang dipandu penyiar Radio USM Jaya, Putri Sabila di Studio Radio USM Jaya Gedung N USM itu menghadirkan narasumber Anggota Satgas PPKS USM, Nova Yuliani dan Putri Ayu Anggorowati. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Radio USM Jaya bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Semarang (USM) mengadakan Talkshow Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender (Kudengar) yang mengusung tema “Kesetaraan Gender Bukan Kesetaraan Kodrat” pada Rabu (3/7/2024).

Talkshow yang dipandu penyiar Radio USM Jaya, Putri Sabila di Studio Radio USM Jaya Gedung N USM itu menghadirkan narasumber Anggota Satgas PPKS USM, Nova Yuliani dan Putri Ayu Anggorowati.

Putri mengatakan, gender berbeda dengan kodrat. Kesetaraan gender adalah perempuan memiliki kedudukan dan hak yang sama dengan laki-laki.

”Gender itu karakteristik laki-laki dan perempuan yang dibentuk dan dibangun dalam lingkungan masyarakat. Kalau kodrat itu identitas yang sudah diberikan Tuhan sejak lahir yang tidak bisa diubah. Kodratnya perempuan itu seperti menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Kodratnya laki-laki mempunyai sperma,” katanya.

Hal senada diungkapkan rekannya Nova Yuliani. Menurutnya, banyak orang yang belum teredukasi terkait perbedaan gender dan kodrat.

”Sudah ada beberapa masyarakat yang peduli akan feminisme, kesetaraan gender, namun meskipun begitu lebih banyak yang belum peduli dan belum teredukasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nova menjelaskan, ada beberapa perbedaan pandangan terhadap kesetaraan gender. Di negara maju yang telah mencapai terwujudnya kesetaraan gender, warganya dapat mengeksplor diri, wanita dapat lebih bebas berpendapat hingga menentukan pilihan.

Sementara di Indonesia masih dengan stereotype dan pelabelan, salah satunya merendahkan posisi perempuan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, untuk mencapai kesetaraan gender, dapat dimulai dengan langkah kecil salah satunya dari diri sendiri harus berhenti memiliki pola pikir patriarki serta dapat mendukung orang-orang terutama wanita dalam mendapatkan hak-haknya.

”Kesetaraan gender bukan kesetaraan kodrat. Ada banyak tantangan dalam implementasi revolusi sosial kita. PPKS hadir untuk melindungi, mendampingi warga USM tetap menegakkan hak-hak wanita serta menjaga lingkungan bebas dari kekerasan seksual dan kejahatan gender,” ungkapnya. St

You Might Also Like

Perkuat Kompetensi, Mahasiswa Prodi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi Undip Ikuti KKL
Sekolah Vokasi Undip Kuatkan Kerjasama di Bidang Kemaritiman dan Logistik
Tim PkM USM Beri Edukasi Pencegahan Jebakan Pinjol Ilegal
Peroleh Beasiswa, Inkaana Ikut Pertukaran Mahasiswa di RUAS Belanda
SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Lakukan Kuliah Umum di Universitas Mataram
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?