in

Tangkap Fenomena Kinerja Industri TPT, BPS Data Seluruh Perusahaan Tekstil dan Konveksi

Pelatihan Instruktur Nasional Survei Industri Besar dan Sedang, Senin, 29/04/2024.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu industri unggulan di Jawa Tengah.Di samping dari sisi nilai tambah ekonomi yang cukup besar dalam memberi andil perekonomian, dari sisi tenaga kerja mampu berkontribusi sangat besar karena daya serapnya yang cukup tinggi.

Diketahui bahwa perusahaan industri pertekstilan dan pakaian jadi dikenal dengan industri padat karyanya. Dimana perusahaan yang bergerak dibidang ini masih membutuhkan cukup banyak tenaga kerja manusia.

Inilah maka kenapa perusahaan industri TPT sangat berpengaruh pada inklusivitas perekonomian.

Secara sederhana perekonomian suatu wilayah yang inklusif adalah kondisi perekonomian yang mampu dinikmati oleh lebih banyak penduduk wilayah tersebut. Semakin banyak orang yang terlibat dalam tumbuhnya ekonomi maka semakin banyak pula yang akan menikmati dari tumbuhnya ekonomi tersebut.

Sayangnya beberapa tahun terakhir oleh berbagai sebab ada fenomena dan indikasi di tanah air terjadi kecenderungan penurunan kinerja industri TPT. Berita penutupan pabrik dan pengurangan tenaga kerja terjadi.

Oleh karenanya untuk mengetahui kondisi yang lebih dalam dan sebenarnya terjadi, di tahun ini BPS melakukan pendataan secara detail terhadap seluruh perusahaan industri TPT skala besar dan menengah.

Hal tersebut disampaikan Tri Karjono, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah selaku penanggung jawab kegiatan di Provinsi Jawa Tengah, saat mendampingi calon instruktur provinsi melakukan pelatihan yang dilaksanakan oleh BPS Pusat (Senin, 29/04/2024).

“Terhadap informasi umum perusahaan, akan dilakukan secara sensus terhadap selusuh perusahaan skala besar dan menengah. Sedangkan terhadap informasi yang lebih rinci dilakukan secara sampel, kecuali perusahaan yang memproduksi tekstil dan produk tekstil (TPT). Khusus perusahaan tekstil dan produk tektil, informasi detail akan dilakukan terhadap seluruh perusahaan”, katanya.

Dengan data yang diperoleh secara riil langsung dari perusahaan diharapkan akan mampu menjadi bahan analisis komprehensif penyebab dan permasalahan yang ada. “Harapannya diagnosa untuk kemudian dicari apa obatnya oleh pihak terkait akan lebih tepat”, imbuhnya.

Di Jawa Tengah, pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan selama bulan Mei dan Juni ini melibatkan sebanyak 851 orang petugas.

Sementara moda pelaksanaannya akan dilakukan dengan beberapa cara. Seperti pendataan informasi umum untuk semua perusahaan akan dilakukan dengan moda CAPI (Computer-assisted Personal Interviews) dimana petugas yang akan mengisi langsung di aplikasi androidnya.

Sementara informasi yang lebih rinci terhadap sebagian besar perusahaan akan menggunakan CAWI (Computer-assisted Web Interviewing), dimana perusahaan mengisi secara mandiri melalui internet setelah dikirim kode akses khusus dari BPS. Untuk seluruh perusahaan industri TPT dan sebagian perusahaan yang tidak menggunakan CAWI, disediakan kuesioner kertas untuk diisi secara manual.

“BPS berharap perusahaan dapat merespons kegiatan ini dengan baik dan menyampaikan informasinya dengan yang sebenarnya. Dengan informasi yang benar dan lengkap maka simpulan-simpulan akan analisis yang dilakukan menjadi diagnosa yang tepat dalam merumuskan solusi dan tindaklanjutnya”, harapnya.St

Written by Jatengdaily.com

Roadshow di SMK 4 dan 8 Semarang, Perjalanan Panjang Film Syirik Gapai Impian 5 Juta Penonton

Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan