By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Turunkan Harga Beras lewat Gerakan Pangan Murah 100 Kali Hingga Idulfitri di Jateng
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Turunkan Harga Beras lewat Gerakan Pangan Murah 100 Kali Hingga Idulfitri di Jateng

Last updated: 29 Februari 2024 05:35 05:35
Jatengdaily.com
Published: 29 Februari 2024 06:33
Share
Ilustrasi beras. Foto: bulog
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)– Upaya menstabilkan inflasi dan menurunkan harga beras di pasaran, terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya, menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 100 kali hingga Idulfitri mendatang.

“Sampai saat ini sudah terealisasi 72 kegiatan GPM,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana, seusai meninjau kegiatan Gerakan Pasar Murah di Halaman Kantor Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Rabu (28/2/2024) dilansir dari laman humas prov Jateng.

Diakui, hingga kini sejumlah harga sembako mengalami kenaikkan. Ia menyebutkan, harga beras medium sekitar Rp15 ribu sampai Rp16 ribu, dan beras premium kisaran Rp19 ribu sampai Rp20 ribu. Selain itu, harga komoditas cabai, telur, dan daging juga fluktuatif.

Dikatakan, selain menstabilkan inflasi, GPM juga membantu keterjangkauan masyarakat untuk membeli bahan-bahan pangan. Sebab, harga komoditas di GPM lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasar, karena Pemprov Jateng memberikan subsidi transportasi kepada para vendor.

Setidaknya, imbuh Nana, ada 13 vendor yang dilibatkan dalam GPM di Kabupaten Magelang. Mereka menyediakan bahan pangan berupa beras, gula, minyak goreng, ayam potong, telur, hingga tepung.

Dia mencontohkan, Bulog Cabang Magelang semula menyediakan stok 6 ton beras, setelah melihat antusias masyarakat, Bulog kemudian menambah stok 2 ton, jadi total 8 ton beras SPHP dari Bulog. Lalu ada stok beras yang dijual oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat sekitar 2 ton.

“Alhamdulillah pelaksanaan GPM tadi cukup ramai. Ini terus akan kita gelorakan, tidak hanya provinsi, tetapi mungkin nanti dari kabupaten/ kota melakukan hal sama,” ungkap Nana.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari menambahkan, pemilihan Kabupaten Magelang sebagai lokasi Gerakan Pasar Murah (GPM) karena daerah itu pernah masuk dalam kategori indeks perkembangan harga (IPH) tinggi.

“Selain itu, menjadi salah satu daerah dari 17 kabupaten dengan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah,” jelasnya.

Salah seorang warga Mungkid, Ani mengaku, gerakan pasar murah itu sangat membantu untuk kalangan menengah ke bawah.

“Sekarang harga beras minimal Rp15 ribu bahkan bisa lebih. Adanya pasar murah begini dengan harga Rp10.900 per kilogram, sangat menghemat untuk belanja,” tutur dia.

Ani berharap, pemerintah bisa menurunkan dan menstabilkan harga bahan pokok. she

You Might Also Like

Berkaca dari Tingginya Kasus Covid-19 di India, Masyarakat Diminta Bersabar Tidak Mudik
KemenPAN-RB Minta ASN Patuhi Larangan Mudik
Penyelenggara Pilkada Bertanggung Jawab Tegakkan Prokes
Kota Semarang dalam Bingkai Statistik: Selamat Hari Jadi ke-477
Polisi Berhasil Ungkap Misteri Penemuan Mayat di Demak, Pelaku Teman Korban
TAGGED:Gerakan Pangan MurahNana Sudjana
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?