By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waspadai, Judi Online Bisa Timbulkan Cekcok dalam Keluarga
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waspadai, Judi Online Bisa Timbulkan Cekcok dalam Keluarga

Last updated: 1 Juli 2024 06:13 06:13
Jatengdaily.com
Published: 1 Juli 2024 06:13
Share
Ilustrasi judi online. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan judi online berimplikasi terhadap keluarga dan berpotensi menimbulkan konflik.

“Judi online ada implikasi terhadap keluarga. Hari ini perceraian tertinggi sebab ada cekcok kecil yang berkepanjangan dan judi saya yakin menimbulkan cekcok dalam keluarga,” ungkap Kepala BKKBN dilansir dari laman tribratanews.polri.go.id, Senin (1/7/2024).

Menurut Kepala BKKBN, judi online banyak menimpa laki-laki dan jika terjadi di dalam rumah tangga, suami berpotensi berpikir tidak jernih sehingga menyebabkan konflik kecil yang berkepanjangan dan menjadi salah satu penyebab perceraian.

“Pelaku judi mayoritas laki-laki, baik kepala rumah tangga maupun anak laki-laki akan menjadi toksik dan racun berbahaya bagi keluarga,” ujar Kepala BKKBN.

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, pada 2023 ada 516.000 kasus perceraian. Untuk itu, BKKBN telah memiliki program bina keluarga agar keluarga dapat tenteram, mandiri, dan bahagia.

“Ada yang namanya iBangga (Indeks Pembangunan Keluarga), yang di dalamnya menilai juga indikator-indikator perilaku tidak menguntungkan, seperti judi dan sebagainya,” ujar Kepala BKKBN.

Sebelumnya Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti juga menyampaikan keluarga adalah sistem sosial terdekat yang dapat mengawasi dan membina anggotanya untuk tidak bermain judi online.

“Keluarga itu sistem sosial yang paling dekat dengan kita. Membina, mendidik, membimbing, itu berawal dari keluarga. Keluarga harus selalu mengingatkan anggota keluarganya agar jangan mendekatkan diri kepada tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan yang negatif, salah satunya judi online,” tutup Deputi Nopian. she 

You Might Also Like

Kaprodi MH USM Terbitkan Buku Hukum dan Sistem Politik Indonesia
Polda Jateng Bongkar Arisan Online Fiktif; Omzet Rp 4 Miliar, Dua Perempuan Diamankan
Baznas Jateng – PT SJAP Kerja Sama Potong 20 Sapi Kurban pada Hari Tasyrik
Safari Ramadan, SIG Santuni Anak Yatim, Pengurus Masjid dan Bagikan 1.800 Paket Sembako di Kabupaten Gresik
Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, dari Ketua IKA FIB Undip Pimpin Kota Semarang
TAGGED:cekcok dalam keluargaJudi online
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?