in

YPP 17 Semarang Perkokoh Toleransi pada Momentum Perayaan Natal

Ketua Pembina YPP 17 Semarang Prof. Dr. Sarsintorini Putra, SH. MH foto bersama Rektor Untag Prof Dr Suparno, Romo Sugijono PR, serta jajaran pengurus YPP 17, usai perayaan Natal. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily/com) – Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945 (YPP 17) Semarang memanfaatkan perayaan Natal 2023 dan tahun baru 2024 sebagai momen untuk memperkokoh toleransi di antara umat. Acara tersebut digelar di gedung Grha Kebangsaan kampus.Untag Jl. Pawiyatan Luhur Semarang, belum lama ini.

Perayaan Natal yang bertema “Kasih Allah Kepada Manusia Memperkokoh Cinta Kasih dan Toleransi Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan Insan YPP 17 Semarang”, dihadiri oleh seluruh sivitas akademika dari Untag, AAK 17, Akafarma 17 dan SMK 17 Semarang, sebagai lembaga yang berada dalam naungan YPP 17 Semarang.

Ketua Pembina YPP 17 Semarang Prof. Dr. Sarsintorini Putra, SH. MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai yayasan yang berwawasan kebangsaan selalu memperingati dan merayakan hari besar kenegaraan, termasuk pada perayaan keagamaan baik pada hari natal, maupun idul fitri.

Dengan demikian, perayaan Natal dan tahun baru merupakan kewajiban bagi YPP 17 untuk diselenggarakan, dalam rangka untuk mempererat persatuan antar sesama, dan menumbuhkan toleransi yang selama ini diterapkan dalam kehidupan akademik.

Untuk itu, Prof. Rini mengucapkan terimakasih atas rasa toleransi dan kasih sayang yang diwujudkan dalam keseharian di kampus, serta dedikasi seluruh karyawan dan pimpinan dibawah naungan yayasan yang telah memberikan seluruh tenaga dan pikirannya kepada yayasan sehingga seluruh lembaga dapat berkembang seperti sekarang ini.

Ketua Pengurus YPP 17 Dr. Ir. Djatmiko Waloejono, MT dalam sambutannya menyampaikan bahwa api lilin tidak bisa menyala apabila tidak ada sumbu. Sumbu diibaratkan adalah sikap spiritual setiap manusia kepada tuhan.

Sikap spiritual merupakan poin utama untuk menjadi insan yang patuh kepada Tuhan dan merupakan jembatan untuk kita saling menghormati kepada sesama umat manusia dan juga lingkungan alam.

Oleh sebab itu, natal sebagai toleransi kebangsaan wajib dirayakan karena sesuai dengan visi misi yayasan yang berwawasan kebangsaan.

Rektor Untag Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi menyampaikan bahwa apapun agama dan kepercayaan kita, semuanya diakhiri dengan doa memanjatkan permohonan kepada Tuhan.
Selanjutnya Rektor mengajak untuk mensikapi tema yang diusung dengan selalu peduli terhadap sesama. Disamping itu Rektor juga berpesan kepada semua untuk menggunakan waktu hidup dengan melakukan hal² yang positif.

Sementara mantan Rektor Untag Semarang Drs. St. Sukirno, MS yang juga sebagai anggota pembina YPP 17, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa terkait dengan kampanye pemilu saat ini, bisa dikatakan bahwa bersaing dalam memilih siapa calonnya, itu tidak menjadi penyebab perpecahan diantara kita.

Menurutnya, ini suatu bukti bahwa YPP 17 bukan hanya sekedar merayakan bagi orang kristiani saja tetapi lembaga. Jadi yayasan yang menghargai semua pemeluk agama. tuturnya.

Pada khotbah natal romo Sugiyono PR berpesan tema Natal memberi makna spiritual pengalaman keagamaan. Kasih dan suka cita menjadi ciri orang yang religius terungkap dalam kehidupan sehari hari, karena tema natal tidak hanya berhubungan dengan tuhan, namun juga membawa kedamaian kepada seluruh umat manusia. St

Written by Jatengdaily.com

Pelayanan Kesehatan Libatkan Robot, Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi RSUD KRMT Wongsonegoro

Ganjar Sapa Puluhan Ribu Pendukungnya Dalam Pesta Rakyat Ganjar Mahfud #28 di Kabupaten Semarang